Pendidikan & Kesehatan

Undivied Differences, Upaya UK Petra Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa

Surabaya (beritajatim.com) – Undivied Differences, itulah gelaran yang menampilkan 13 adik asuh mahasiswa Program International Business Management UK Petra yang berasal dari sekolah pra sejahtera di Surabaya. Kegiatan berupa Public Speaking Festival ini digelar pada hari Jumat, (5/4/2019) di Amphitheatre gedung Q, kampus timur UK Petra.

“Kegiatan ini merupakan proyek kolaborasi antara mata kuliah Speaking dan Skills. Dalam kelas ini ingin mencapai dua hal. Yaitu pembelajaran Service Learning dan membangun solidaritas antar bangsa untuk lebih memaknai Pancasila dan Kebhinnekaannya,” ungkap Maria Natalia Damayanti Maer, Ph.D. selaku dosen IBM UK Petra dan koordinator mata kuliah Skills.

Sejumlah 57 mahasiswa prodi IBM UK Petra mengajar public speaking dan Bahasa Inggris dasar ke 14 sekolah marginal di Surabaya. Mahasiswa harus memiliki 21st Century Skills, metode Service Learning memungkinkan mahasiswa berproses untuk mendapatkannya, mereka mengasah hard dan soft skill dalam setiap kegiatannya.

“Hal ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk hadapi revolusi industri,” tambah Meilinda, M.A., selaku dosen pengampu MK Business English Speaking Class IBM, UK Petra.

Proyek kelas ini bekerjasama dengan tiga yayasan dan satu sekolah dalam menjalankan misinya. Yaitu Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah, Sanggar Merah Merdeka, Yayasan Pondok Hayat dan SDK St. Melania.

Secara intensif selama lima minggu (11 pertemuan), para mahasiswa blusukan ke gang-gang sempit di Surabaya. Secara perlahan para mahasiswa mengajari anak-anak banyak hal mulai dari menyusun pidato dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, melatih berpidato, gerak tubuh hingga percaya diri sampai pada kepekaan terhadap masalah nyata yang dihadapi diri dan lingkungannya dari kaca mata anak- anak.

Anak diajak berfikir untuk mencoba menawarkan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi.
Ke-14 sekolah pra- sejahtera di Surabaya itu antara lain SD Darul Falah, SD Pancasila 45, SD Ubaid 3, SD Serba Guna, SD Karunia Hidup, SD Al Mufidah, SD Thohir Bakrie J, Madrasah Ibtidaiyah Adipura, SD Diponegoro, SD Kurnia Indah, Rumah Anak, SDK St. Melania, dan Sanggar Merah Merdeka. Dengan durasi dua jam sekali pertemuan, menggunakan kedekatan one on one para mahasiswa mengajar empat anak tiap sekolah.

Setelah mendapatkan pelatihan, hanya satu anak yang akan dipilih untuk mewakili sekolahnya dan menceritakan permasalahan serta solusinya di depan umum misalnya seperti banjir, sampah, menyontek, dialeksia dan lain-lain. 13 adik asuh ini akan diberi waktu tiga menit untuk menyampaikan pidatonya. Selepas itu, ke-13 anak ini akan memberikan hadiah pada sekolahnya yang telah dipersiapkan para mahasiswa IBM UK Petra yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

“Awalnya saya memiliki ketakutan, apa yang terjadi kalua adik saya tidak menerima kehadiran saya karena saya yang berbeda ras dan agama dengannya. Tapi tak lama, stereotype itu terbantahkan oleh kenyataan. Saya menjadi lebih peka terhadap kondisi sosial dan memahami bahwa stereotyping itu tidak benar. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi hingga penguasaan diri saya jadi bertambah,” urai Thalia saat ditanya mengenai kesannya mengikuti proyek ini.

Seperti pepatah dari Mahatma Gandhi, Kamu mungkin tidak akan pernah tahu apa hasil dari tindakanmu, namun ketika kamu tidak bertindak apapun, maka tidak akan ada hasil yang terjadi.

“Mari kita dukung gerakan membangun bangsa ini untuk menuju Indonesia maju,” pungkasnya. [adg/but]

Para siswa yang hadir di Undivied Differences UK Petra

Apa Reaksi Anda?

Komentar