Pendidikan & Kesehatan

Unair Temukan Reagen Virus Corona 2019 nCoV

Profesor Nasih

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) melalui pernyataan Rektor Prof Moh Nasih, berhasil menemukan reagen atau reaktan spesifik yang mampu mengidentifikasi virus corona 2019 nCoV atau yang berasal dari Wuhan.

“Alhamdulillah Unair telah berhasil menemukan dan mendapatkan reagen untuk virus corona jenis Wuhan (2019 nCoV). Reagennya spesifik, bisa digunakan untuk mengidentifikasi virus yang khusus jenis Wuhan. Jadi unair siap mengidentifikasi secara spesifik corona nCoVini,” ungkap Prof Nasih saat konferensi pers, Senin (3/2/2020) di Rektorat Unair.

Penelitian yang dilakukan Unair selama ini rupanya menggandeng Kobe University untuk mengidentifikasi virus corona (2019 nCoV). Ia mengatakan bahwa reagen yang ada selama ini bukanlah reagen spesifik untuk mengidentifikasi virus corona 2019 nCoV sehingga hasilnya belum bisa dikatakan akurat.

“Yang ada selama ini reagan untuk corona jenis dasar yang belum bermutasi seperti yang terjadi di Wuhan. Itulah kenapa belum juga ditemukan obatnya dan masih kebingungan,” ujar Prof Nasih.

Untuk mengidentifikasi diperlukan alat dan media yang spesifik. Jenis alat ini menjadi sangat penting karena kalau tidak menemukan alatnya maka tidak akan bisa mengidentifikasi dan tidak akan bisa menemukan antivirusnya.

Ia pun melanjutkan bahwa penelitian reagen ini dilakukan bersama Kobe University dan peneliti Jerman. Reagen baru datang Sabtu (8/2) mendatang. Kemudian ini pun reagen itu dibagikan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya dan RS Universitas Airlangga (RSUA).

“Mungkin di Indonesia hanya ada 2 lembaga yang punya reakgen yang untuk spesifik virus corona 2019 nCoV, yakni Unair dan Balitbangkes. Untuk saat ini RSUD DR Soetomo dan RSUA siap memberikan pelayanan dalam tes laboratorium dan penanganan siapa saja yang menjadi suspect virus corona,” tambahnya.

Dengan identifikasi secara spesifik ini diharapkan bisa menghasilkan riset serta penanganan lanjutan seperti pembuatan antivirus. Tetapi saat ini di Indonesia belum ada yang dikonfirmasi suspect atau positif terjangkit sehingga pembuatan antivirus masih belum dapat dilakukan atau dibuat secara mandiri.

“Dengan begitu kalau ada suspect kemudian ingin dikonfirmasi. Unair memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya korona di Indonesia dan ini merupakan berita baik termasuk untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa kalau memang tidak ada yang memang tidak ada, kalau ada ya ada,” pungkasnya. [adg/ted] 

Apa Reaksi Anda?

Komentar