Pendidikan & Kesehatan

UNAIR Seminarkan Antisipasi Penanggulangan Bencana

Rektor Unair, Prof. Nasih saat menerima kunjungan Kemenkes pagi tadi

Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia menjadi salah satu wilayah di dunia dengan kemungkinan terjadi bencana yang relatif besar. Wilayah di Indonesia masuk ring of fire atau Cincin Api Pasifik, dimana pergerakan lempeng yang ada di bawah daratan dan laut Indonesia, bisa menimbulkan banyak bencana, seperti tsunami, gempa bumi, dan bahkan letusan gunung berapi.

Selain itu, Indonesia memiliki dua musim. Selain gempa dan tsunami, banjir dan kekeringan adalah dua hal yang sering terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Itulah sebabnya, masyarakat hingga menganggap bencana sebagai suatu hal yang biasa.

Padahal, potensi kerugian dari sebuah bencana sungguh luar biasa, mulai kerugian harta hingga kerugian korban jiwa. Untuk itu, Universitas Airlangga menyelenggarakan seminar nasional bertajuk Antisipasi dan Penanganan Bencana.

Seminar nasional itu akan menghadirkan beberapa pembicara kunci. Antara lain Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.; dosen Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Prof. Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2008-2019 Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, S.lo., M.H.; dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Gegar Prasetya, MSc., (Hons)., Ph. D; dan dosen Universitas Airlangga yang juga Ketua Yayasan Ksatria Airlangga Medika Dr. Christrijogo Soemartono Waloejo, dr., Sp.,An., KAR.

Seminar nasional Antisipasi dan Penanganan Bencana akan dilaksanakan pada Selasa (8/10/2019) bertempat di Aula Garuda Mukti, Lt. 5, Kantor Manajemen Kampus C Universitas Airlangga.

Rektor Universitas Airlangga Prof. Moh. Nasih mengatakan bahwa seminar ini menjadi ruang pemahaman bersama soal bencana dan bagaimana menghadapinya.

“Bencana-bencana itu bisa kita kelola sebaik-baiknya. Sehingga bencana bisa diminimalisir,” ujar Prof Nasih. “Event ini untuk pemahaman bersama. Agar kita bisa mengelola bencana sebaik-baiknya dan kemakmuran ini tidak akan mengalami kerugian,” tambah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu.

Melalui seminar itu, Prof Nasih berharap, semua peserta memiliki pemahaman bersama bahwa bencana bisa terjadi kapan saja. Untuk itu, harus ada antisipasi dan mengelola sebaik-baiknya bencana yang mungkin akan timbul kapan saja. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar