Pendidikan & Kesehatan

UMM Latih Mahasiswa Asing Jadi Duta Budaya dan Bahasa Indonesia

Malang(beritajatim.com) – Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pembekalan diplomatik darmasiswa RI kepada 24 mahasiswa asing.

Mereka berasal dari Papua Nugini, Vietnam, Thailand, Ukraina, Mesir, Yaman hingga Amerika Serikat.

24 mahasiswa asing itu dibekali pengetahuan seputar bahasa dan wawasan budaya Indonesia. Setelah dibekali mereka diharapkan bakal memperkenalkan budaya Indonesia di negaranya masing-masing. Mereka sedang mengikuti Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KMB) dan Darmasiswa Kemdikbud RI.

“Setelah lulus dari Universitas Muhammadiyah Malang nantinya mereka akan menjadi duta Budaya dan Pariwisata Indonesia di negaranya masing-masing,” kata kepala BIPA UMM, Arif Budi Wuryanto, Kamis, (11/7/2019).

Mereka selain belajar budaya Indonesia juga diperkenalkan beragam alat musik, pakaian adat hingga belajar menari. Ada beberapa program yang wajib diikuti, yakni mengenal tentang Indonesia guna menunjukkan kesan positif. Selanjutnya, keikutsertaan dalam mempelajari Indonesia sehingga muncul sebuah ketertarikan dalam diri para pembelajar.

“Yang terakhir ialah tahap pemahaman tentang Indonesia. Dan bentuk kontribusi terkecil sebagai seorang diplomat untuk Indonesia itu minimal harus bisa bercerita tentang Indonesia,” kata dosen Program Studi Hubungan Internasional (HI) UMM, Toni Dian Effendi.

24 mahasiswa ini bakal dijadikan duta bangsa Indonesia, Sehingga saat mereka pulang ke negaranya masing-masing, mereka sudah siap menjadi pusat informasi seputar Indonesia di negara asal.

Peserta asal Mesir, Rania, mengaku tertarik belajar tentang Indonesia. Menurutnya, warga Indonesia memiliki karakter yang ramah. Sehingga, orang asing akan tertarik berkunjung dan mempelajari budaya dan bahasa Indonesia.

“Dengan menjadi orang yang baik, maka persepsi tentang negara anda juga baik. Saya ingin kirim budaya ini, budaya Indonesia, ke kota saya dan membuat mereka mau datang ke sini. Kalaupun bahasa kami berbeda, melalui keramahan orang Indonesia yang saya pelajari di sini, saya yakin orang-orang asing, terutama tempat di mana saya berasal tertarik datang ke Indonesia,” tandas Rania. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar