Pendidikan & Kesehatan

UIN KHAS Jember Integrasikan Iptek dan Ilmu Agama

Babun Suharto

Jember (beritajatim.com) – Institut Agama Islam Negeri di Kabupaten Jember akan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan keilmuan agama, saat berubah status menjadi Universitas Islam Negeri dengan nama UIN KH Achmad Shiddiq (UIBN KHAS). Visi ini disesuaikan dengan karakter keilmuan KH Achmad Shiddiq yang pernah menjabat Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada 1984.

“Kalau bicara ilmu agama, khususnya tasawuf, adalah keahlian beliau. Kalau bicara ilmu tata negara, itu keahlian beliau. Tapi bagaimana dengan pandangan-pandangan beliau terkait ilmu pengetahuan dan teknologi. Saya kira ini penting,” kata Rektor IAIN Jember Babun Suharto.

Babun berharap ada integrasi keilmuan yang muncul di IAIN jika kelak berubah status menjadi UIN. “Ini menjadi pekerjaan rumah kami, terutama tim (pengusul nama UIN KH Achmad Shiddiq) untuk menggali pandangan beliau, sehingga integrasi keilmuan terwujud dan tak hanya wacana, namun dimunculkan dalam kurikulum,” katanya.

Rencananya program studi di UIN KHAS harus memiliki kekhasan. “Ini UIN, bukan institut. Integrasi keilmuan harus betul-betul muncul,” kata Babun.

Saat ini, IAIN Jember memiliki lima fakultas S1 dan satu program pascasarjana. “Kami sudah punya program studi psikologi, IPA, Fisika, Matematika. Itu embrio untuk menjadi fakultas tersendiri,” kata Babun.

Peresmian nama KH Achmad Shiddiq akan bersamaan dengan status dari IAIN menjadi UIN. “Kami berharap lebih cepat lebih baik. Tapi itu semua tergantung birokrasi di Jakarta. Perubahan ini akan melibatkan beberapa kementerian, dan paling akhir adalah presiden RI sendiri. Kami sendiri berharap maksimal pada 2020 atau 2021 sudah berubah menjadi UIN,” kata Babun. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar