Pendidikan & Kesehatan

Training Sekolah Sehat Jadikan UKS Media Pembelajaran

Ponorogo (beritajatim.com) – Demi menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang sehat, Dinas Pendidikan Ponorogo bekerjasama dengan PT. Unilever Indonesia mengadakan training sekolah sehat kepada guru usaha kesehatan sekolah (UKS) SD se Ponorogo. Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 guru tersebut dilaksanakan pada Selasa (13/8/2019) di gedung Korpri jalan alon-alon utara Kelurahan Mangkujayan Ponorogo.

“Kami dengan Dinas Pendidikan berkomitmen penuh untuk menciptakan suasana sekolah yang sehat,” kata perwakilan dari PT. Unilever Indonesia, Direktur Spektra Surabaya, Roni Sya’roni, Selasa siang.

Materi training yang diberikan, kata Roni bagaimana untuk merevitalisasi UKS yang ada selama ini. Selama ini, menurut Roni UKS lebih dalam aspek pelayanan kesehatan kecil yang sifatnya sementara.
Yakni kalau ada kecelakaan kecil hanya dibawa ke UKS. “Jadi bagaimana setelah training sekolah sehat ini, bisa menjadikan UKS bisa ditingkatkan fungsi dan perannya,” katanya.

Roni menginginkan UKS menjadi media pembelajaran kesehatan dan lingkungan. Dia mencontohkan dalam kesehatan bagaimana membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Itu sesuatu yang sederhana namun sangat penting sekali dalam kesehatan.

Sedangkan untuk lingkungan bisa mengedukasi tentang mengurangi penggunaan plastik. Selain mengedukasi anak-anak juga bisa diedukasikan pada orangtuanya. “Jadi UKS menjadi media pembelajaran bagi anak-anak dan orangtuanya,” ungkapnya.

Roni menambahkan jika goalnya dalam kegiatan training sekolah sehat ini, pola hidup sehat ini bisa menjadi budaya. Memang, kata Roni program belum bisa langsung dirasakan manfaatnya. “Mungkin manfaatnya belum terlihat hari ini, tetapi baru kelihatan nanti 5 atau 10 tahun kemudian. Karena kebiasaan hidup sehat itu bisa sampai tua,” katanya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Endang Retno Wulandari menyambut baik kegiatan training sekolah sehat. Dia berharap pelaksanaan training sekolah sehat di Ponorogo jangan hanya digelar setahun sekali. Harunya bisa digelar hingga setahun minimal tiga kali. Karena, kata Retno ilmu itu selalu berkembang, makanya ilmu yang akan ditularkan nantinya pasti juga berkembang. “Seperti Pak Roni bilang, mari kita jadikan UKS ini menjadi media pembelajaran. Yang mana posisinya sama pentingnya dengan ekstrakurikuler lain di sekolah,”pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar