Pendidikan & Kesehatan

Teknologi Augmented Reality Batik Bikin Pembuatan Lebih Efisien

Augmented Reality Batik (AR Batik) karya mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang.

Malang (beritajatim.com) – Proses pembuatan batik tradisional memakan waktu banyak karena banyak tahapan yang harus dilalui. Mulai dari membuat pola yang berulang dengan menggunakan pensil kemudian ditindas dengan lilin. Kemudian penggambaran pola batik itu sendiri rawan terjadi kesalahan karena kurang hati-hatinya pengrajin.

Untuk mengatasi masalah pembuatan motif atau pola batik tersebut, mahasiswa program Magister Ilmu Komputer (S2) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Wahyu Teja, membuat teknologi yang diberinama Augmented Reality Batik (AR Batik).

Penelitiannya ini dibuat untuk bahan tesis. AR Batik memanfaatkan teknologi Augmented Reality Berbasis Marker. Teknologi ini mampu menampilkan motif batik digital jika dihadapkan pada kain yang telah diberi penanda titik khusus.

Dengan teknologi ini pembuat batik tidak perlu menggambar motif batik dengan pensil terlebih dulu pada kain karena motif batik langsung ditampilkan pada permukaan kain oleh aplikasi. Hal ini dapat mengurangi waktu pada tahap pembuatan pola, sehingga proses produksi Batik secara keseluruhan dapat lebih efektif dan efisien.

“Kebanyakan tujuannya AR adalah bisa leluasa secara natural berinteraksi dengan obyek digital. AR itu teknologi yang mampu memasukkan konten digital ke dunia nyata. Jadi pengguna itu bisa merasakan konten digital dan dunia nyata sekaligus bersamaan dalam satu waktu dengan panca inderanya,” kata Teja, Selasa, (3/12/2019).

Teknologi temuannya ini telah diujicobakan Teja pada produsen batik, Anjani Batik Galery di Kota Batu, Jawa Timur. Produsen ini dipilih karena sudah banyak memperoleh penghargaan di bidang batik tulis dan setiap bulannya mampu memproduksi lebih dari 200 potong kain batik, dengan peminat dari dalam dan luar negeri.

Dari ujicoba tersebut diperoleh hasil, penggunaan AR Batik terbukti mampu mempercepat proses produksi batik tulis. Tercatat, jika menggunakan metode tradisional maka waktu yang dibutuhkan membuat selembar kain batik mencapai 45,21 menit.

“Sedangkan jika menggunakan teknologi AR Batik waktu yang dibutuhkan hanya 8,93 menit. Dengan kata lain AR Batik mampu menghemat 80,24% waktu dalam proses pembuatan batik jika dibanding menggunakan cara tradisional,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar