Pendidikan & Kesehatan

Soetrisno Bachir Dorong Pesantren Ikut Berdayakan Ekonomi Umat

Malang (beritajatim.com) – Dalam menyongsong revolusi industri 4.0, menyiapkan sumber daya manusia generasi muda yang mumpuni adalah keharusan. Pesantren misalnya, tak lagi sekadar tempat memperdalam ilmu agama, namun perlu didorong menjadi lembaga yang memberdayakan ekonomi umat.

Pernyataan itu ditegaskan oleh Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir. Menurutnya, sinergitas pesantren dengan kewirausahaan menjadi penting untuk membangun ekonomi umat. Di samping tempat memperdalam ilmu agama, pesantren bagaimana pun juga bisa memberdayakan masyarakat menghadapi industri 4.0.

“KEIN, pemerintah dan pesantren bisa bersinergi menyiapkan generasi muda termasuk santri untuk bersaing dalam revolusi industri 4.0,” kata Soetrisno ketika menjadi pembicara dalam “Dialog Ekonomi Umat, Penguatan Peranan Pesantren Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” di Ponpes Annur 1 Bululawang, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2019) malam.

Di Ponpes pimpinan Kiai Ahmad Fahrur Rozi itu, Soetrisno menuturkan, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan pilar penting dalam membangun negeri. Apalagi kedua Ormas ini sangat berkomitmen menjaga stabilitas negara dan berperan dalam pembangunan.

NU, misalnya, dengan kekuatan pesantrennya harus diperkuat perannya di bidang ekonomi. Pesantren harus banyak menghasilkan wirausahawan baru yang berperan signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, kata Soetrisno .

Dengan demikian, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas semakin menguat. Juga menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan daya saing industri.

“Saya bersyukur kita bisa melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 secara damai. Kini saatnya kita semua melanjutkan kerja-kerja pembangunan mewujudkan Indonesia yang maju,” tandas Soetrisno.

Dikatakan Soetrisno, selepas hajatan besar Pemilu 2019, semua pilar harus bersatu padu membangun negeri. Mengenai adanya perbedaan pandangan tentang hasil Pemilu 2019, semua pihak diminta mengikuti prosedur yang sesuai dengan mekanisme konstitusional. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar