Pendidikan & Kesehatan

Soal DBD, Kadinkes Jatim Minta PSN di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

Kediri (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memberi perhatian khusus terhadap wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di beberapa daerah di Jatim, salah satu nya di Kabupaten Kediri. Dinkes Provinsi Jatim berharap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang sudah dilaksanakan agar terus ditingkatkan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr. Kohar Hari Santoso dalam kunjungan kerja ke Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan Unit Pelayanan Kesehatan Puskesmas Kecamatan Ngadiluwih.

Dalam kunjunganya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr. Kohar Hari Santoso sempat bertatap muka dan berdialog dengan 16 Kepala Desa yang sengaja didatangkan untuk diberikan pemahaman mengenai Demam Berdarah. Turut serta dalam kunjungan tersebut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Adi Laksono beserta tim.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr. Kohar Hari Santoso kehadirannya ke Kabupaten Kediri dengan melihat jumlah penderita DBD yang menonjol dibandingkan daerah lain. Maka dari itu pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan tersebut,terutama cara penangananya.

“Sebenarnya pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri sudah berupaya untuk menekan jumlah kasus demam berdarah melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk,” katanya.

Lebih lanjut ia berharap PSN dapat ditingkatkan lagi secara mutu,melibatkan orang banyak, serentak dilaksanakan dan terjadwal dengan baik.

“Dalam kegiatan PSN, kita harus bersama-sama dengan masyarakat harus rutin ngosek jedingnya (kamar mandi) seminggu sekali. Kemudian yang melakukan monev dari aparatur dari kesehatan, Kelurahan, Kecamatan itu setiap tiga bulan sekali melakukan pemantauan di rumah penduduk,” bebernya.

Data Dinkes Provinsi Jatim, jumlah kasus DBD di Kabupaten Kediri pada awal tahun ini sudah mencapai 416 jumlah penderita dengan 12 meninggal dunia. Penderita meninggal dunia didominasi usia 15 tahun ke bawah. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar