Pendidikan & Kesehatan

SMPN Pinggiran di Jember Punya Pesaing MTs dan Sekolah Swasta

Kepala Dispendik Jember Edi Budi Susilo

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 53 dari 94 sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Jember, Jawa Timur, gagal memenuhi pagu yang ditetapkan. Kepala Dinas Pendidikan Jember Edi Budi Susilo menyebut banyaknya persaingan yang dihadapi SMP negeri di kawasan pinggiran.

“Berdasar laporan beberapa kepala sekolah, di lingkungan sekolah tersebut ada beberapa lembaga swasta, ada madrasah tsanawiyah, sehingga di situ ada pilihan-pilihan. Oleh orang tua dimasukkan ke pondok pesantren sekaligus Mts, ada yang negeri maupun swasta. Jadi ada banyak pilihan,” kata Edi, Kamis (27/6/2019) malam.

“Tapi kalau di tempat yang tidak banyak pilihan, biasanya berebut semua di SMP negeri. Jadi kita punya 94 SMP negeri. Kuota kita plus minus di angka 15 ribuan. Nah, dari 15 ribu, sekitar 13 ribu yang tertampung. Nah yang 1.845 (pagu yang belum terpenuhi) yang menyebar di 53 sekolah itu. Jadi konfigurasinya akhirnya merata, terutama di daerah-daerah seperti Silo,” kata Edi.

Sebagian besar SMPN yang gagal memenuhi pagu memang berada di daerah pinggiran. Ada empat SMPN yang hanya diminati segelintir siswa. SMPN 3 Sukowono hanya diminati tujuh orang dari pagu 32 siswa. SMPN 5 Silo hanya diminati satu orang siswa dari pagu 32 siswa. SMPN 4 Tempurejo hanya didatangi tujuh siswa dari pagu 32 siswa. SMPN 7 Tanggul hanya menerima pendaftaran tiga orang siswa dari kuota 32 bangku. Jumlah bangku kosong terbesar ada pada SMPN 3 Balung, yakni 124 bangku, sementara kuotanya 251 siswa. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar