Pendidikan & Kesehatan

SMPN 3 Tanggul Disegel, Ini Nasib PPDB di Sana

Jember (beritajatim.com) – Lahan SMP Negeri 3 di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ini tengah menjadi obyek sengketa. Padahal saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tengah menggelar penerima peserta didik baru (PPDB) serentak.

SMP Negeri 3 Tanggul dibangun setelah mendapat hibah tanah sejak 1963. Tapi tanah itu belum pernah disertifikasi segera menjadi aset Pemerintah Kabupaten Jember. Para ahli waris almarhum Harsono memegang sertifikat hak milik dan selama 30 tahun lebih membayar pajak yang seharusnya ditanggung pemerintah daerah. Ahli waris minta ganti rugi pembayaran objek pajak kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Konflik ini membuat beberapa kali terjadi aksi penyegelan oleh ahli waris.

Saat ini sekolah itu masih disegel. Ada spanduk merah di seng yang dipasang di depan pagar sekolah bertuliskan permohonan maaf dari ahli waris karena menyegel sekolah tersebut. Ahli waris mengklaim penyegelan ini sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor 118/Pdt.G/2018/PN Jember tanggal 29 Mei 2019.

Pihak sekolah membuka sebuah tenda di depan gerbang sekolah lengkap dengan meja dan kursi yang ditunggui beberapa petugas berpakaian dinas PNS. Ada spanduk kecil yang menginformasikan bahwa PPDB SMPN 3 dibuka di eks kantor Unit Pelaksana Teknis Dispendik Tanggul.

Kepala Dispendik Jember Edi Budi Susilo mengatakan, PPDB di SMPN 3 Tanggul masih berjalan sesuai jadwal. “Hari ini dibuka pendaftaran dengan sistem zonasi sampai 19 Juni 2019 nanti. Baru kita akan lihat berapa pagu yang bisa dipenuhi SMPN 3 Tanggul,” katanya, Senin (17/6/2019).

Menurut Edi, ada tim hukum Pemkab Jember yang akan menyelesaikan persoalan tersebut. “Yang jelas posisi dari Bupati sebagai pihak tergugat saat ini menyatakan banding. Tentu masih berproses pada pengadilan lebih tinggi untuk menentukan siapa yang berhak atas kepemilikan tanah aset itu,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar