Pendidikan & Kesehatan

Situs Kumitir di Mojokerto Dapat Perhatian Pemerintah Pusat

Direktur PCBP, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Ambas didampingi Wabup Mojokerto, Pungkasiadi meninjau Situs Kumitir. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kuliner, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meninjau lokasi, Jumat (8/11/2019).

Rombongan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBP), Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Ambas meninjau lokasi didampingi Bupati Mojokerto, Pungkadiadi bersama Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Andi Muhammad Said.

Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said mengatakan, temuan akan ditelusuri lebih lanjut dengan tetap memperhatikan status kepemilikan tanah serta hak apa saja yang harus diterima masyarakat. “Situs Kumitir berupa batu yang diperkiraan seluas 400 m x 400 m ,” ungkapnya.

Posisinya, lanjut Andi, belum terdeteksi. Apakah termasuk dalam pusat Kerajaan Majapahit? BPCB Jawa Timur sudah melakukan penggalian dengan panjang 100 meter dan rencananya, akan di telusuri lebih dalam. Namun tentu dengan tetap memperhatikan hak milik tanah dan hak apa saja yang diterima masyarakat.

Direktur PCBP Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Ambas menekankan, agar temuan tersebut segera didaftarkan pada dinas terkait, agar bisa diverifikasi Objek yang Diduga Cagar Budaya (ODCB). Harapanya agar objek tersebut terus lestari, dan memberi manfaat bagi semua.

“Kawasan cagar budaya banyak memberi manfaat, khususnya dalam peningkatan tambahan pendapatan dari masyarakat sekitar lokasi. Situs-situs yang ditemukan, perlu mendapat verifikasi agar terlindungi dengan baik. Setelah didaftarkan kemudian dilakukan berbagai intervensi dalam tahap pemugaran,” katanya.

Untuk itu, tahap awal pihaknya masih mencari batasan-batasan situs dan luasan. Situs Kumiter, telah nampak tumpukan batu bata yang membentang sepanjang 27 meter dengan ketinggian antara 120 cm hingga 150 cm dengan ketebalan 140 cm dan terdapat 5 pilar penguat. Setiap bata penyusunnya mempunya dimensi 32 x 18 x 6 cm.

“Saat ini, masih ditemukan di sisi timur. Untuk barat, utara akan dicari kemudian akan mengambil kebijakan. Kita berharap masyarakat tetap bisa bekerja dan bertahan hidup meski di lokasi ini disebut sebagai cagar budaya,” tuturnya.

Sementara itu, Wabup Mojokerto, Pungkasiadi menyatakan dukungannya secara penuh mengingat image Kabupaten Mojokerto yang dikenal sebagai pusat kerajaan Majapahit di masa lalu. “Diharapkan agar semua situs baik yang sudah maupun masih dalam tahap pencarian, dapat mengangkat nama Majapahit agar makin dikenal luas,” lanjutnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar