Pendidikan & Kesehatan

Separuh Warga Jember Disantuni Pemerintah

Jember (beritajatim.com) – Jumlah warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang disantuni pemerintah dalam bidang kesehatan ternyata cukup besar, yakni sekitar satu juta orang.

Ini terlihat dari data jumlah penerima bantuan iuran daerah dan penerima bantuan iuran nasional untuk program Jaminan Kesehatan Nasional, maupun penerima bantuan jaminan kesehatan daerah yang dibiayai APBD.

Secara umum, kepesertaan JKN adalah 64 persen dari total penduduk, yakni 1.676.559 orang dari 2.610.632 orang penduduk Jember. Dari 1,67 juta tersebut, sekitar satu juta orang adalah warga yang dikategorikan tidak mampu secara ekonomi.

Kepala Dinas Sosial Jember Isnaini Dwi Susanti mengakui besarnya jumlah warga miskin itu. “Itu yang kemudian sering dijadikan guyonan bahwa penduduk di Jember masyarakat miskinnya besar,” katanya, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Jember di gedung parlemen, Kamis (21/2/2019).

Besarnya angka ini membingungkan Sekretaris Komisi D Nur Hasan. “Pemda klaim kemiskinan tinggal sembilan persen. Ini tidak nyambung,” katanya.

Usai rapat, Susanti mengatakan kepada wartawan, bahwa angka itu dilihat dari sejumlah klasifikasi warga miskin. “Orang miskin kan bertingkat-tingkat. Ada yang sangat miskin, sangat mendasar, yang keperluan dasarnya sehari-hari harus dibantu. Beda dengan PBI JKN (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional),” katanya.

Warga PBI-JKN tidak semuanya sangat miskin. “Kalau kita menggunakan Peraturan Menteri Sosial, ada 14 kriteria (warga miskin). Tapi ada orang yang bisa beli beras, penghasilannya lebih dari Rp 600 ribu per bulan. Katakanlah Rp 1 juta. Anaknya tiga. Lalu dia sakit. Apa tidak boleh diberi perlindungan kesehatan oleh negara?” kata Susanti. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar