Pendidikan & Kesehatan

Seminar Nasional LPPM-Magister Teknik Sipil UNNAR: Petakan SDM Bidang Transportasi

Surabaya (beritajatim.com) – Masih kurangnya sumber daya manusia di bidang transportasi menjadi topik sorotan dalam Seminar Nasional yang diadakan oleh LPPM dan Magister Teknik Sipil Universitas Narotama, Sabtu (13/7/2019).

Seminar yang bertema “Era Revolusi Industri 4.0: Inovasi Penelitian dalam Menunjang Kompetensi SDM Industri Infrastruktur” itu menekankan mengenai bagaimana melihat pemikiran dan inovasi dari akademisi, praktisi, operator, maupun birokrat dalam melihat potensi yang harus dikembangkan di bidang transportasi.

Ketua Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, M.T., IPU, mengatakan seminar ini utamanya adalah untuk mendukung kompetensi SDM di bidang transportasi dan memetakannya.

“Ke depan SDM untuk bidang transportasi di semua lini inginnya harus dipetakan. Tentunya itu tidak bisa terlepas dari peran Perguruan Tinggi yang memiliki partisipasi aktif,” tuturnya.

Banyak tantangan bagi infrastruktur Indonesia. Antara lain adalah pelabuhan nasional yang ditantang untuk bersaing dengan negara-negara tetangga, dan bandara yang harus cepat diperbanyak demi mendukung konektivitas Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

“Namun jalan darat yaitu perkeretaapian dan jalan tol juga tidak bisa ditinggalkan untuk mempercepat konektivitas wilayah dan mencapai target travel time 2,2 jam per 100 km,” ujarnya.

Saat ini Indonesia sudah ada di travel time 2,3 jam per 100 km yang terbantu sekali dengan adanya jalan tol. “Namun masih di bawah 20 persen yang menggunakan jalan tol. Padahal tarif tol Indonesia paling murah dibandingkan puluhan negara lain. Tapi kita tidak bisa memaksa kendaraan terutama angkutan berat untuk lewat jalan tol,” katanya.

Sayangnya, Kepala Pustral UGM itu menambahkan, SDM masih sangat kurang. Ia menjelaskan bahwa sarjana yang lulus tidak banyak mendapatkan ilmu terapan, melainkan hanya ilmu akademik kampus dan tekanan untuk cepat lulus. “Maka dari itu jelas harapannya ke depan sekolah terapan harus dibuat,” katanya.

Pria yang akrab disapa ATM itu juga bertindak sebagai salah satu pembicara dalam seminar kali ini bersama pembicara lain yang memiliki latar belakang beragam. Dari mulai akademisi, praktisi, operator, dan birokrat.

“Seminar ini adalah bagian kegiatan rutin Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) yang sudah berdiri sejak 1998. Kegiatan ini menjadi bagian kegiatan rutin yaitu rapat tengah tahunan yang tahun ini tuan rumahnya adalah Universitas Narotama,” tutupnya.(kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar