Pendidikan & Kesehatan

Semifinal KMNR, GOR Merdeka Jadi Lautan Manusia

Peserta semifinal KMNR saat mengerjakan soal di GOR Merdeka

Jombang (beritajatim.com) – GOR (Gelanggang Olahraga) Merdeka Jombang berubah menjadi lautan manusia, Minggu (24/2/2019). Ribuan pelajar memadati tempat yang berada di Jl KH Abdurrahman Wahid itu. Mereka adalah pelajar SD hingga SMP, serta para guru yang berasal dari Kabupaten/Kota Kediri, Nganjuk dan Jombang.

Kedatangan para tunas bangsa itu dalam rangka mengikuti semifinal KMNR-14 (Kompetisi Matematika Nalaria Realistik-14) dan OGM (Olimpiade Guru Matematika). Selanjutnya, yang lolos semifinal akan dikirim ke Jakarta guna mengikuti kompetisi serupa tingkat nasional.

Karena melubernya peserta, untuk memasuki GOR Merdeka harus berdesakan. Adalah Klaudio (13), pelajar kelas VI dari SDN Burengan, Kota Kediri, yang merangsek masuk dalam area GOR tersebut. Seragam sekolah membalut tubuhnya. Dia datang ke Jombang dengan diantar kedua orangtuanya.

Begitu memasuki ruangan, kursi untuk peserta berderet rapi, bahkan ada yang sudah terisi. Bersama rombongan lain dari Kota Tahu, Klaudio memilih deretan kursi depan. Sementara dari pengeras suara, panitia terus memandu. Meminta para peserta duduk sesuai dengan klasifikasinya, yakni SD atau SMP.

Orangtua Kludio, Heru Cahyono (40), memandang anaknya dari kejauhan dengan tatapan bangga. Dia yakin anak semata wayangnya itu bisa mengerjakan soal yang disodorkan panitia. Betapa tidak, selama ini Klaudio sudah melakukan berbagai persiapan sebelum mengikuti semifinal.

“Itu anak saya, yang berada di deretan depan. Alhamdulillah, tahun ini lolos ke semifinal. Semoga bisa tembus mengikuti final KMNR di Jakarta. Sebelumnya juga pernah mengikuti kegiatan serupa, semisal di Jember dan Surabaya,” kata Heru yang merupakan anggota Polresta Kediri ini.

Ruangan GOR Merdeka semakin penuh, bahkan di tribun atas juga dijejali peserta. Heru menceritakan kesiapan sang anak mengikuti semifinal KMNR. Yakni, bermula mengikuti penyisihan di Kota Kediri. Walhasil, Klaudio bisa menyisihkan peserta lainnya. Sehingga berhak mewakili Kota Kediri dalam semifinal yang digelar di Jombang.

Agar berhasil dalam kompetisi tersebut, anggota Polresta Kediri berpangkat Aiptu ini tak lelah memompa semangat anaknya untuk belajar. Bahkan, dirinya juga mendatangkan guru privat ke rumahnya yang ada di Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Gayung pun bersambut, sang anak semakin semangat.

“Dari dulu anak saya memang senang dengan pelajaran matematika dan IPA. Selain belajar sendiri, juga kami datangkan guru privat ke rumah. Di sekolah selalu menjadi lima besar di kelasnya. Dia bercita-cita menjadi dokter. Sebagai orangtua, kita wajib mendukung,” ujarnya.

Dikuti 3.400 Peserta
Salah satu panitia Muchlison mengungkapkan, semifinal KMNR di GOR Merdeka tersebut dikuti 3.400 peserta. Mereka berasal dari siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah sederajat, siswa Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

Peserta KMNR yang hendak memasuki GOR Merdeka Jombang

Bukan hanya dari Jombang, namun para peserta tersebut juga berasal dari Kabupaten/Kota Kediri dan Nganjuk. “Sebelumnya mereka mengikuti penyisihan di masing-masing Kabupaten/Kota pada Januari kemarin,” kata Muchlison yang aktif di Klinik Pendidikan MIPA.

Menurut alumnus STKIP PGRI Jombang ini, kompetisi tersebut dapat diikuti dan menjangkau siswa dari beragam latar belakang ekonomi sampai ke pelosok daerah. Kompetisi ini juga diharapkan mampu melahirkan para juara baru di bidang matematika. Selain itu, mampu mendorong perubahan kualitas pendidikan matematika di Indonesia.

“Ini cara kami ikut mencerdaskan anak bangsa. Bukan hanya di Jombang, kegiatan ini digelar serentak di beberapa provinsi di Indonesia hari ini. meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Jambi, dan Papua,” ujarnya.

Untuk di Jombang, lanjutnya, digelar sejak pagi, yakni dimulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB. Mulai SD kemudian berlanjut ke jenjang SMP dan terakhir para guru. Masing-masing peserta disuruh mengerjakan 25 soal multiple choice (pilihan ganda) dengan durasi waktu 1,5 jam.

“Setelah semifinal ini, yang lolos akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti final KMNR-14. Sekali lagi, kompetisi ini untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat anak di bidang matematika, serta meningkatkan kualitas bernalar anak-anak Indonesia,” pungkas Muchlison. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar