Pendidikan & Kesehatan

Sekolah Swasta di Gresik Terancam Tak Dapat Bosda

Gresik (beritajatim.com) – Nasib sekolah swasta di Kabupaten Gresik bakal terpuruk. Pasalnya, sekolah non negeri itu terancam tidak mendapat penyaluran bantuan operasional sekolah daerah (Bosda), karena tidak adanya payung hukum yang jelas. Praktis, anggaran dari APBD 2019 terancam tidak cair.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda menuturkan, uang Bosda itu salah satu sumber keuangan sekolah swasta. Sebab, dana tersebut sangat membantu. “Kalau BOSDa tidak cair, keuangan sekolah swasta bisa kalang kabut,” tuturnya, Minggu (16/6/2019).

Kalau dana Bosda terancam tidak cair lanjut Khoirul Huda, bisa saja diambilkan dari dana hibah APBD Gresik. Namun, aturannya dana hibah tidak bisa dicairkan secara terus menerus dan setiap tahun berurutan. Hal itu yang membuat dana Bosda sekolah swasta masih belum jelas.

Sebagai antisipasinya, kata dia, Komisi IV bakal mengupayakan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik untuk mencari dasar hukum. Hal itu agar dana Bosda bisa segera cair. “Pimpinan bakal rapat dengan bupati untuk membahas itu. Kalau payung hukumnya jelas nanti tidak ada yang dilanggar,” ungkapnya.

Sementara itu, secara terpisah, Kasubag Program dan Pelaporan Disdik Gresik Ronny A Pangandaheng mengaku sudah siap mencairkan Bosda. Persyaratan sudah lengkap. Surat keputusan bupati juga sudah keluar. Hanya saja, pihaknya belum berani karena terkendala payung hukum . “Dana hibah tidak boleh disalurkan terus-menerus,” imbuhnya.

Berdasarkan data Disdik Gresik, penerima Bosda triwulan pertama 2019 meliputi 13.771 siswa SD swasta, 53.318 siswa MI, 13.158 siswa SMP swasta, dan 25.526 siswa MTs. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar