Pendidikan & Kesehatan

Kisah Siswa SMA asal Sumenep yang Tinggal di China

Sejak Wabah Corona, di Pasar Hanya Ada Sayur, Tak Ada Daging

Akhmad Naufal, siswa SMA di China asal Sumenep yang memilih pulang kampung

Sumenep (beritajatim.com) – Akhmad Naufal, warga Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep yang merupakan siswa setingkat SMA di China, mengisahkan nyaris lumpuhnya aktkfitas warga setelah wabah virus corona.

“Sebenarnya wabah virus corona itu sudah mulai jadi perbincangan di akhir 2019. Tapi di kota tempat saya tinggal tidak santer. Mungkin belum banyak yang terserang. Baru pada pertengahan Januari kemarin itu langsung ramai ketika virus dengan cepat menyebar dan membawa ratusan korban meninggal di China,” kata Naufal, Sabtu (1/2/2020).

Pelajar yang masih duduk di kelas II Guang Xi Overseas Chinese School ini tinggal di Kota Nanning, Provinsi Guang Xi ini mendapatkan beasiswa belajar di negeri tirai bambu itu sejak 2,5 tahun lalu. “Saya tidak tahu, dari kota tempat saya tinggal ke Wuhan itu seberapa jauh, karena saya sendiri belum pernah ke Wuhan,” ujarnya.

Ia menuturkan, saat virus corona itu mulai mewabah, para siswa di sekolahnya mulai dibatasi keluar sekolah. Kalau mau keluar dari lingkungan sekolah harus memakai masker dan selalu cuci tangan setelah beraktifitas.

“Sebelum saya pulang, kondisi kota di tempat saya tinggal sudah sepi. Warga tidak berani keluar rumah. Toko-toko banyak yang tutup. Bahkan di pasar pun hanya ada sayur. Setelah virus corona itu mewabah, para pedagang tidak berani menjual daging,” paparnya.

Hingga akhirnya, pada 27 Januari 2020, ia mendapat informasi bahwa di Kota Nanning sudah ada lima orang yang dinyatakan positif terjangkit Corona. Lima orang itu bukan WNI, melainkan warga di kota tersebut. “Saat itu saya langsung menghubungi orangtua, minta dibelikan tiket untuk pulang. Soalnya saya takut tinggal di sana. Apalagi WNI yang ada di Nanning juga sudah banyak yang pulang,” terangnya.

Ia menjelaskan, saat pulang dari China ke Indonesia, di bandara dirinya diminta untuk mengisi formulir, apakah ada keluhan sakit tenggorokan, sesak nafas atau yang lain. “Alhamdulillah, saya sehat, tidak sampai terinveksi virus corona,” ucapnya. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar