Pendidikan & Kesehatan

Dengan Kembangkan Artifisial Intelegen

RSUD Dr Soetomo Operasi 15 Pasien BPJS Parkinson

Surabaya (beritajatim.com) – Tingginya penderita Penyakit Parkinson menjadi tugas besar bagi tenaga kesehatan tentunya akan menjadi sulit dan lambat jika tidak dibarengi dengan kemajuan teknologi.

Parkinson merupakan penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh.
Salah satu pengobatan penyakit ini yaitu dengan prosedur bedah otak.

Prosedur bedah otak untuk Parkinson ini tidaklah murah, setidaknya di rumah sakit pemerintah biayanya berkisar Rp.120 juta itu pun terlepas dari biaya rumah sakit menyewa alat aplikasi dan software yang digunakan untuk pemetaan menentukan posisi dan titik koordinat diagnosa pada otak pasien parkinson.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi SpBS mengungkapkan pasien Parkinson bisa menjangkit ada 300 per 100.000 jiwa. Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan Institut Teknolohi 10 Nopember (ITS) untuk mengembangkan aplikasi Brain Anatomy Morphology Generator (BAMAG).

“Misal di Jatim penduduknya 30 juta bisa dihitung banyaknya yang menderita Perkinson dan biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan. Ini tidak akan tertangani kalau tidak mengunakan teknologi. Alat ini sudah ada di luaran tapi harganya sangat mahal,” urainya, Kamis (14/11/2019).

Dengan adanya BAMAG ini, penangan pasien untuk tindakan operasi menjadi lebih cepat. Bahkan hasil pemetaannya menjadi lebih presisi dan akurat karena aplikasi ini Aplikasi ini merupakan pembentuk peta dan penentu titik koordinat letak Neurotransmiter yang bermasalah, sehingga meminimalisir kesalahan dan memudahkan dokter dalam melakukan operasi parkinson dengan metode stereotactic brain lesion.

Ia menjelaskan jika berhasil maka teknologi virtual reality dalam aplikasi ini pertama kali dimiliki RSUD Dr Soetomo.

“Rencananya aplikasi bisa dikembangkan ke 3D dan mix reality. Setingkat lebih canggih dibndingkan virtual reality karena lebih nyata dengan data kepala dan otak pasien,” lanjutnya.

Ia pun berharap dengan memproduksi alat kesehatan sendiri maka rumah sakit bisa meminimkan biaya kesehatan. Saat ini dengan menggunakan aplikasi BAMAG ini setidaknya RSUD DR Soetomo bisa mengurangi biaya sewa aplikasi yang didatangkan dari luar negeri. Oleh karenanya beban administrasi rumah sakit jadi lebih ringan.

“Aplikasi dari ITS ini membantu rumah sakit, baik dalam mempercepat proses bisnis di rumah sakit dan mempermudah proses bisnis di rumah sakit. Karena jelas lebih murah dengan kualitas yang setara bahkan lebih baik,” ungkap dr Joni.

Sehingga meskipun terdapat 15 pasien BPJS yang melakukan tindakan operasi parkinson RSUD tidak merasa keberatan. Untuk pasien hari ini merupakan pasien ke 10 yang ditangani oleh RSUD DR Soetomo.

Dr Ahmad Fahmi Ba’abud, SpBS yang memimpin jalan nya operasi mengatakan bahwa dengan adanya bantuan dari aplikasi BAMAG ini kerja dokter menjadi lebih cepat dan efisien.

“Karena pemetaan dan datanya akurat dan presisi jadi lebih cepat. Hasilnya pasien juga lebih enjoy karena dokternya lebih terarah jadi tidak menimbulkan suasana tegang. Bahkan pasien bisa main main gitar,” ungkap dr Fahmi. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar