Pendidikan & Kesehatan

RSTKA Bantu 2 Bayi Lahir Caesar di Pulau Sapeken

Surabaya (beritajatim.com) – Misi tiga pulau Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) di Pulau Sapeken, Pegerungan Besar dan Masalembu telah berlangsung sejak 4 April – 14 April 2019. Misi pertama di Pulau Sapeken pun berakhir hari ini, Minggu (7/4/2019). Tim sudah sampai di Surabaya dan tim medis kedua akan berangkat nanti malam ke Pegerungan Besar.

Selama di Pulau Sapeken, tim medis yang dibawa sebanyak 36 orang dengan rincian, 18 dokter spesialis, 3 dokter umum, 14 perawat, dan 1 farmasi. Dengan fokus penanganan kesehatan tingkat dasar dan beberapa penanganan lanjutan seperti operasi katarak, hernia, THT, dan caesar.

Selain itu, RSTKA juga membawa serta mahasiswa untuk melakukan sosialisasi, penyuluhan, membuat perpustakaan mini, bersih-bersih pantai, dan kegiatan preventif advice lainnya. Dari pelayanan medis yang dilakukan RSTKA di Pulau Sapeken sejak 4-7 April 2019 setidaknya telah melakukan tindakan sebagai berikut.

Spesialis THT pasien rawat jalan sebanyak 34 dan operasi  sebanyak 3 orang, spesialis Obgyn rawat jalan sebanyak 23 dan operasi Caesar sebanyak 2 orang dan spesialis mata rawat jalan sebanyak 175, operasi katarak 30 orang dan Ptyrigium sebanyak 35 orang. Kemudian spesialis Bedah operasi sebanyak 38 orang, spesialis Anak rawat jalan 34 dan Neonatus sebanyak 2 orang, serta spesialis gigi sebanyak 28 dan konsultasi sebanyak 4 orang.

Kepala Sekretaris RSTKA dr. Henry Wibowo mengatakan, tiga lokasi tersebut dipilih karena di kepulauan Sumenep tidak terdapat rumah sakit sehingga bantuan RSTKA sangat diperlukan. “Tidak ada rumah sakit, jadi yang punya keperluan medis harus ke Madura kota yang jauh, seperti yang lagi hamil jarang periksa kandungan. Selama di Sapeken ada 2 bayi yang kami bantu lahir Caesar,” ujar dr. Henry.

Kedua bayi yang lahir di tangan dokter dr. Seto dan dr. Faqih Sp.Og ini dua dua nya berjenis kelamin laki laki dan lahir dalam kondisi sehat. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar