Pendidikan & Kesehatan

RSGM Unair Sukses Operasi Ortogenetik Pertama di Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Airlangga hari ini menggelar konverensi pers terkait keberhasilan Operasi Ortogenetik pertama di seluruh RSGM di Indonesia, Jumat (11/1/2019).

Operasi yang dilakukan pada 26 Desember lalu itu dipimpin langsung oleh Prof. Coen Pramono D, SU., Sp.BMM(K), FICS yang juga selaku Direktur RSGM Universitas Airlangga. Operasi Ortogenetik yang dilakukan pada pemuda berusia 18 tahun asal Surabaya tersebut adalah operasi yang terbilang sulit.

Operasi Ortogenetik merupakan operasi rekonstruksi bentuk gigi dan rahang dengan prosedur dua tindakan, yakni; Tindakan Lefort I Osteotomi atau pemotongan rahang atas dan Tindakan Bilateral Sagital Split Osteotomi atau pemotongan rahang bawah biar bisa dimajukan.

Biasanya operasi Ortogenetik ini dilakukan pada kasus dimana pasien memiliki rahang bawah yang lebih maju dari pada rahang atasnya. Sehingga gigi tidak bisa terkontak dengan baik yang membuat susah untuk mengunyah.

Sebelum dilakukan operasi biasanya pasien diwajibkan untuk memakai behel untuk membuat gigi lebih mudah dirapikan. Operasi ini pun bertujuan untuk merapikan susunan tulang rahang terhadap dasar kepala. Memperbaiki fungsi kunyah gigi atau okulasi. Selain itu dampak yang mengikuti adalah tampilan wajah menjadi lebih baik.

“Tidak banyak kasus yang terjadi di Indonesia karena mayoritas orang Indonesia memiliki struktur rahang gigi dan mulut yang baik. Kasusnya biasanya pada open bite – long face, geraham atas dan bawah tidak bisa terkontak. Banyak terjadi pada orang-orang bule,” ujarnya.

Operasi Ortogenetik ini memakan waktu 5-6 jam dan membutuhkan masa penyembuhan selama 1,5 hingga 3 bulan. Di RSGM Universitas Airlangga sendiri biaya operasi Ortogenetik sebesar 100 juta rupiah.

“100 juta itu kami sudah non-profit, karena kami fokus pada media pembelajaran nya. kalau di Singapura harganya sudah mencapai 500-600 juta rupiah. Karena operasi ini susah karena harus mengubah anatomi tubuh. Dan juga pertama kalinya operasi Ortogenetik dilakukan di RSGM di Indonesia,” tambahnya.

Saat ini pun sudah ada 31 RSGM se Indonesia termasuk juga RSGM Universitas Airlangga. Kedepannya Prof. Coen mengatakan bahwa akan menerima kasus-kasus sulit selain Ortogenetik, seperti tumor mulut atau pun yang lainnya. [adg/but]

Prof. Coen memaparkan bentuk rahang pasien sebelum dan sesudah operasi Ortogenetik

Apa Reaksi Anda?

Komentar