Pendidikan & Kesehatan

Ribuan Santri dan Alumni Antusias Ikuti Ngaji Komunikasi Politik

Pamekasan (beritajatim.com) – Ribuan santri, alumni dan masyarakat antusias menyimak sajian Ngaji Komunikasi Politik bersama trio legislator pusat di kompleks pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Sabtu (19/1/2019).

Dalam momentum International Event dalam rangka Pekan Ngaji 4 Pondok Pesantren Bata-Bata, panitia menghadirkan tiga legislator senayan. Masing-masing Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Nizar Zahro.

Ketiganya secara bergantian menyampaikan materi Ngaji Komunikasi Pokitik dengan tema ‘Komunikasi Politik yang Beradab sebagai Potret Masyarakat Muslim Indonesia’, di hadapan ribuan santri, alumni, masyarakat dan sejumlah tokoh.

“Beliau bertiga ini orang luar biasa, konsen dan konsisten membela kepentingan rakyat,” kata salah satu Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, KH Moh Tohir Zain Abd Hamid saat memberikan sambutan.

Tokoh muda yang akrab disapa Lora (Gus) Tohir juga menyampaikan bahwa dirinya baru kali ini memberikan sambutan selama pelaksanaan Pekan Ngaji 4 yang digelar selama 10 hari terakhir, terhitung sejak Kamis (10/1/2019) lalu.

“Selama ini kami belum pernah memberikan sambutan (dalam rangkaian program ngaji), tapi kali ini (Ngaji Komunikasi Politik) istimewa dan spesial. Tiga wakil DPR Pusat, dan semoga kami bisa menjadi tuan rumah yang semoga baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menceritakan sejarah singkat berdirinya pondok pesantren yang terletak di Dusun Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan. “Bata-Bata berdiri tahun 1943 (sebelum kemerdekaan RI), dan disini merupakan tempat peperangan. Dan akhirnya Belanda kalah dengan para pejuang kita,” jelasnya.

“Kebenaran menjadi oposisi tidak masalah, karena kami punya motto ‘Kesopanan Lebih Tinggi Nilainya daripada Kecerdasan’. Dalam artian akhlak mulia tetap kita prioritaskan,” tegasnya.

Dari itu, Ngaji Komunikasi Politik juga menjadi rangkaian dari program yang akan berakhir, Minggu (20/1/2019) besok malam. Terlebih sebelumnya juga sempat digelar Ngaji Politik, beberapa hari sebelumnya.

“Kenapa ada ngaji politik, karena sebelumnya kami juga sempat mengadakan ngaji listrik. Pada saat itu sebagian peserta sudah cukup pintar soal listrik, tapi karena mengaji mereka lebih memahami bahwa mereka tidak boleh mencuri (arus) listrik,” bebernya.

Tidak hanya itu, juga terdapat program Ngaji Peternakan yang juga menambah wawasan peserta. “Ternyata saat ngaji peternakan, kencing sapi lebih mahal daripada kencing santri,” sambung Lora Tohir disambut tawa ribuan hadirin.

“Dari itu kami selalu berharap untuk menjadi baik dan terbaik, kami ingin yang terbaik sekalipun dengan konsekuensi yang harus kami terima, keterlambatan karena menyesuaikan dengan protokoler,” pungkasnya, disambut riuh hadirin. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar