Pendidikan & Kesehatan

Rektor UNNAR Berpantun di Depan Mahasiswa Baru

Dr Arasy Alimudin, Rektor UNNAR berpantun saat menyambut mahasiswa baru

Surabaya (beritajatim.com) – Hall HR Djoko Soemadijo Universitas Narotama, Rabu (4/9/2019), riuh dengan teriakan dan tepuk tangan mahasiswa baru yang berkumpul sejak pagi dalam acara Masa Orientasi Mahasiswa (MOM). Bukan karena kericuhan tapi karena para mahasiswa baru Universitas Narotama (UNNAR) mendengarkan Rektor UNNAR berpantun di depan mereka.

Tidak tanggung-tanggung, Dr. Arasy Alimudin, SE MM, Rektor UNNAR juga mengajak serta seluruh mahasiswa baru untuk menanggapi setiap baris yang ia ucapkan. Otomatis, mahasiswa baru yang mengenakan seragam putih-hitam itu pun menjadi riuh dengan tanggapan layaknya di tayangan televisi. Suasana meriah itu sengaja dibangun oleh Arasy untuk membangkitkan semangat mahasiswa baru UNNAR yang baru meninggalkan atribut sekolah mereka.

“Usia kalian ini adalah usia kerja produktif dan usia yang optimal untuk menggapai mimpi. Jangan sampai disia-siakan sedikit pun dan berkaryalah sebaik mungkin,” ujarnya di depan seluruh mahasiswa baru UNNAR.

Arasy juga menceritakan beberapa kisah alumni UNNAR yang telah sukses dan layak dijadikan panutan generasi mendatang. “Mereka bisa menjadi sukses karena mereka mencintai bidang yang didalami sebagai jalan mereka menggapai impian. Selain itu juga mereka yakin dengan kuasa Tuhan dan tidak meninggalkan Tuhan dalam setiap langkah yang ditempuh,” tuturnya.

Selanjutnya, Rektor UNNAR itu menambahkan, para mahasiswa baru harus pantang menyerah. “Kegagalan adalah hal yang sangat biasa. Tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Serta yang terakhir jangan lupa tersenyum sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap nikmat yang kita terima setiap hari. Salah satunya adalah bisa berkuliah di Universitas Narotama,” kata Arasy.

Ia juga menyampaikan alumni-alumni yang sukses itu juga mengawalinya saat berada di posisi mereka. “Ingatlah bahwa kakak-kakak kalian yang sukses itu juga dulunya merupakan mahasiswa baru seperti kalian. Jangan mau kalah dengan mereka!” Arasy memberikan semangat.

Kegiatan MOM tahun ini mengambil tema Sustainable Development Goal dan berlangsung selama 5 hari pada 4-8 September 2019. Kegiatan MOM juga menekankan pada persatuan dan cinta tanah air, salah satunya dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh beberapa mahasiswa baru yang masing-masing memeluk agama yang berbeda.

Apa Reaksi Anda?

Komentar