Pendidikan & Kesehatan

Rektor Unesa Sambut Kepulangan 10 Mahasiswa dari Wuhan dengan Durian dan Juwet

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 10 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari Wuhan Hubei China yang diobeservasi di Pangkalan Militer Natuna telah dipulangkan ke Surabaya.

Dijemput oleh orang tua dan pihak kampus, Sabtu (15/2/2020) malam, rasa gembira tak bisa ditutupi dari wajah Dirhan, orang tua Diany Luciana Aisyah, salah satu mahasiswa. Penantiannya berakhir dan ia merasa lega bertemu dengan anak tercintanya.

“Rasanya lega, tentu juga sangat senang, karena selama ini kami menunggu kepastian apakah anak kami bisa pulang kembali dengan selamat,” akuinya dalam rilis yang diterima beritajatim.com, Minggu (16/2/2020).

Nuansa serupa juga dirasakan Lilis Triana, orang tua Nathania. Setelah sebelumnya hanya bisa memberi dukungan jarak jauh kini ia bisa bertemu langsung putri tercintanya. Bahkan, Lilis sudah merencanakan beberapa aktivitas bersama Nathania. “Rencananya anaknya pengen ibadah langsung ke gereja dan minta untuk dibelikan makan makanan kesukaannya,” terangnya.

Prof Nurhasan, Rektor Unesa mengundang orang tua untuk menyambut langsung kedatangan mereka di Bandara Juanda. Sebelumnya, para mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Central China Normal University Wuhan bersama warga Indonesia lain telah menjalani masa karantina selama dua minggu di Natuna dan dinyatakan sehat.

“Kami secara langsung menyambut kedatangan mahasiswa yang telah menjalani masa karantina di Natuna selama dua minggu di Juanda untuk memastikan keadaan mereka baik-baik saja,” jelasnya.

Nurhasan juga menjamin akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa Unesa. Sejumlah langkah telah disiapkan seperti Trauma Healing bagi para mahasiswa

“Kami pastikan selalu memberikan support pada anak-anak setelah mereka pulang. Kami telah berdiskusi dan siapkan metode trauma healing dari para psikolog Unesa. Akan ada juga home visit ke rumah-rumah mahasiswa.” tegasnya.

Terkait kelangsungkan pendidikan, Ia menjamin beasiswa sembilan mahasiswa bisa terus berlanjut. “Kami yang akan bertanggung jawab penuh soal pendidikan anak-anak kita ini. Kita akan lanjutkan beasiswa mereka di Unesa sampai selesai,” katanya

Beberapa dari mereka ada program studinya di sana yang belum selesai. Tetapi menurutnya, di era 4.0 ini semua itu bisa diatasi. Kuliah mereka nantinya bisa dilanjutkan via online. Uniknya, Nurhasan memberikan sambutan khusus berupa sajian buah durian dan juwet (jamblang). Para mahasiswa tampak antusias menyantap. Menurutnya, durian dan juwet bermakna khusus.

“Durian dan Juwet ini kan sangat identik dengan Indonesia. Jadi kami siapkan sebagai simbol bahwa anak-anak sudah pulang ke tanah air dengan sehat dan selamat,” Jelasnya.

Nurhasan mengatakan dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan secara langsung dengan orang tua mahasiswa di rumah Rektor Unesa untuk silahturahmi. [kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar