Pendidikan & Kesehatan

Rektor UNAIR Loloskan 4 Siswa SNMPTN

Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Muhammad Nasih hari ini secara spontan meloloskan 4 siswa dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang hadir dalam Airlangga Education Expo (AEE), Jumat (15/2/2019), di Gedung Airlangga Convention Center (ACC). Pasalnya saat ini masih dalam waktu pendaftaran SNMPTN dan baru akan ditutup besok (16/2/2019) tengah malam.

Acara itu juga diisi oleh talk show bertema Festival Muda Memilih bersama Arief Budiman (Ketua KPU RI), Suko Widodo (Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR) serta beberapa narasumber lainnya.

Dalam kegiatan ini, Rektor UNAIR menyambut siswa SMA, SMK, MA se Jawa Timur yang hadir mengikuti talk show dan pameran pendidikan tersebut.

Tanpa diduga, Prof. Nasih mengajak siswa yang memiliki prestasi akademik tingkat Nasional maupun Internasional maupun yang pernah menjabat sebagai ketua OSIS untuk naik ke atas panggung. Ada beberapa siswa yang naik dan menyampaikan prestasi yang telah diraih.

Mereka adalah Marisa Adillah Putri, siswi SMA Muhammadiah 10 Gresik, Alfian Jazuli dari SMA Darul Ulum Waru, Sidoarjo, Nilna Alivia Syahiro dan Ermawati dari SMA Muhammadiah I Babat Lamongan.

Kemudian Prof. Nasih pun memberikan kesempatan lolos SNMPTN kepada mereka berempat dengan syarat telah lulus seleksi administrasi SNMPTN, program studi yang diambil sesuai dengan yang mereka daftarkan saat SNMPTN, dan tidak memilih Fakultas Kedokteran (FK) atau Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).

“Jalur khusus ini adalah upaya kami untuk menyeleksi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) yang masuk tidak hanya berorientasi pada perangkingan, tetapi juga prestasi akademik yang dimiliki. Dan bukan berarti pelolosan ini menggurangi Kouta SNMPTN, mereka sudah daftar dan lolos administrasi tinggal menunggu perangkingan saja. Prestasi itu punya nilai tambah untuk rangking jadi nilainya pasti diatas pendaftar biasa. Secara tidak langsung memang sudah bisa dipastikan lolos. Sehingga pelolosan ini akan kami catat dan proses,” terang Prof. Nasih.

Meski demikian, kemampuan akademis masih menjadi pertimbangan utama diantara kemampuan lain seperti kejuaraan nasional, mantan ketua osis maupun hafiz Al Quran. Oleh karena itu, Rektor tidak menawarkan FKG dan FK dalam pelolosan SNMPTN ini karena diperlukan skor akademik yang tinggi minimal rangking 1 akademik dan juara 1 Nasional Sains.

Marisa Adilla Putri lolos Kesehatan Masyarakat PSDKU Banyuwangi karena mantan Ketua OSIS. Nilna Alivia Syahiro lolos Ekonomi Bisnis karena Juara 1 Nasional Education Week dan Juara 1 LKTI dengan penelitian tentang Tinta dari Kotoran Kelelawar, Ermawati lolos Sistem Informasi karena Juara 2 Nasional penelitian tentang AC dari Sabut Kelapa oleh Kementerian Pertanian, dan Muhammad Alfian Tri Jazuli lolos Sastra Jepang karena Juara 1 Nasional KAMISIBAI atau Mendongeng Bahasa Jepang.

“saya ndak menduga sama sekali lolos dengan cara seperti ini, saya jadi tidak perlu deg-degan saat pengumuman SNMPTN nanti. Rasanya seperti dapat uang kaget,” ujar Alfian. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar