Pendidikan & Kesehatan

Rektor Unair Inisiasi Persatuan Bangsa Bersama 19 Rektor PTN PTS Surabaya dan Pimpinan LLDIKTI

Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas Airlangga bersama Rektor PTN, Pimpinan LLDIKTI dan Rektor PTS di Surabaya hari ini menggelar Pernyataan Komitmen Kesatuan dan Persatuan Indonesia, Senin (20/5/2019) dalam rangka memperingati 111 tahun Kebangkitan Nasional, di Lantai 4 Rektorat UNAIR.

Sebanyak 19 Rektor ataupun perwakilan Rektor dari PTN dan PTS Surabaya beserta LLDIKTI datang untuk ikut berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai kesatuan, kedamaian, kebersamaan, dan persatuan diantara sesama warga bangsa dengan tidak melakukan tindakan yang berpotensi untuk memecah-belah bangsa. Komitmen ini pun ditandai dengan penorehan tanda tanggan bersama.

Komitmen dan inisiasi ini merupakan penyatuan satu gagasan besar untuk mendorong Indonesia menjadi negara yang merdeka. Terkait hal tersebut inisiasi ini menjadi benteng untuk menangkal segala bentuk konflik seperti isu-isu hangat yang akan terjadi pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang sebagai hari pengumuman hasil Pemilu 2019.

Rektor Unair pun mengatakan bahwa penyatuan Indonesia masih terus digagas dan diperkuat untuk Indonesia lebih maju. “Indikasi tanggal 22 yang agak anget nanti kita ingin berbagai macam kepentingan politik bisa dileburkan dengan kebangkitan ini. Baik partainya sama maupun berbeda yang agamanya sama maupun berbeda, baik yang pilihan presidennya sama atau berbeda, baik yang harus kembali bersatu padu untuk bangkit untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lainnya,” ujar Prof. Nasih.

Terkait kemungkinan keberangkatan mahasiswa untuk melakukan aksi di Jakarta 22 Mei mendatang, Prof. Nasih pun menghimbau kepada seluruh mahasiswa dan BEM untuk melakukan aksinya secara ilmiah, objektif dan akademis.

“Kita tidak mendorong karena semua persoalan kita bisa selesai secara musyawarah. Saya rasa kalau menyelesaikan masalah di jalanan itu tidak mencerminkan mahasiswa Milenial masa kini tapi kalau hanya sekedar menunjukan rasanya dengan ilmiah saya rasa tidak masalah asal tidak mengganggu ketertiban dan tidak anarkis dan sepanjang tidak melanggar undang-undang dan peraturan yang berlaku,” pungkasnya. [kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar