Pendidikan & Kesehatan

Rektor Unair Gambarkan Kedewasaan Negara Jika Pelantikan Presiden Berlangsung Damai

Surabaya (beritajatim.com) – Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober mendatang menjadi isu hangat yang sering dibicarakan, terkait hal tersebut Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Mohammad Nasih mengajak semua pihak untuk ikut menyukseskan dan menciptakan suasana kondusif.

Prof Nasih mengatakan bahwa suksesnya pelatikan Presiden nantinya dapat menjadi tolak ukur keberadapan kemajuan dan kemanusiaan Indonesia. Salah satu ukuran keberadapan kemajuan dan atau kemanusiaan negara itu bisa dilihat dari seberapa baik, lancar, dan damai event kenegaraan seperti pelantikan presiden diselenggarakan.

“Oleh karena itu tentu, kami mengajak semua pihak termasuk kepada kawan-kawan mahasiswa, buruh, anggota dewan, seluruh masyarakat untuk bisa bersama-sama menunjukan kepada dunia, bahwa Indonesia negara maju dan beradab,” ungkap Prof Nasih.

Melalui kesuksesan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden nanti, lanjut Nasih, Indonesia akan dilihat sebagai negara dengan masyarakat yang bisa menghormati. Sehingga peringkat Indonesiadi dunia tidak terdegradasi hanya karna ganguan kecil. Prof. Nasih juga mengajak semua pihak untuk menunjukan kedewasaan berpolitik, kebiasaan berbeda pendapat. Menurutnya kedewasaan berbeda pendapat di Indonesia selama ini telah berjalan sangat baik.

“Sehingga acara kenegaraan berlangsung sangat baik. Pandangan dunia terhadap Indonesia juga baik. Hanya kemudian kalau ada apa-apa dengan (pelantikan Presiden) ini penilaian masyarakat luar akan jelek,” ujarnya.

Dia memandang jika pelantikan Presiden tidak berjalan lancar, dampaknya bukan pada hanya pemerintahan lima tahun mendatang, tapi dampaknya juga akam dirasakan seluruh masyarakat, rakyat, termasuk mahasiwa.

“Oh ternyata Indonesia hanya begitu saja, ternyata masih terbelakang, kalau sampai ada apa-apa dengan mekanisme masalah kenegaraan sepeti itu,” ucapnya.

Nasih membantah jika imbauan itu diartikan sebagai larangan terhadap mahasiswanya untuk berunjuk rasa pada saat pelantikan Presiden. Pasalnya dia optimis kondisi Surabaya akan aman.

“Tidak ada larangan. Insyaallah Surabaya aman. Demo itu tidak berbahaya, buktinya demo bisa juga dilaksanakan dengan damai, mahasiswa setelah demo malah mungutin sampah. Itukan contoh yang baik,” pungkasnya. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar