Pendidikan & Kesehatan

Ratusan Milenial Hadiri Bincang Pemilu di Kampus Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) menggelar kegiatan tahunan, Airlangga Education Expo (AEE) dan talk show yang bertajuk Festival Muda Memilih, Jumat (15/2/2019) di Gedung Airlangga Convention Center (ACC).

Hadir sebagai pembicara Arief Budiman (Ketua KPU RI), Suko Widodo (Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair), Budiman Tanuredjo (Wakil Pimpinan Umum Harian Kompas) serta beberapa pembicara muda yakni, Alice Budisatrijo, Febriamy Hutapea, Savic Ali, Seno Baskoro, dan Sakdiyah Ma’ruf.

Dihadiri ratusan siswa SMA sederajat se-Jawa Timur membuat bincang-bincang tentang generasi milenial dan pemilu ini menjadi hangat dan meriah. Antusiasme generasi muda mengikuti talk show bertema politik ini terlihat dari beberapa hadirin ingin bertanya dan berpartisipasi aktif seperti memberikan saran dan pengalaman politik mereka kepada narasumber.

Dalam talk show ini pun beberapa narasumber sepakat bahwa tahun ini jumlah golongan putih (golput) akan turun dan hak suara generasi milenial dan generasi Z akan bisa dimaksimalkan dengan baik.

Budiman mengatakan bahwa yang terpenting adalah generasi muda jangan sampai terbelenggu dengan politik yang membawa dampak negatif. Ia berpesan agar generasi muda lebih bijaksana dan memastikan suaranya berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

“Yang terpenting adalah namanya sudah tercantum dalam daftar pemilih. Setelah itu Pilihlah calon yang memperjuangkan aspirasi kalian. Ada 84 juta pemilih milenial (dalam kategori 17-35 tahun, red) dan ini yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Suara ini harus benar benar dimaksimalkan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Arief Budiman. Dia optimistis pemilu tahun ini angka golput akan turun. Menurutnya saat ini sudah banyak yang melek politik dan pentingnya berkontribusi dalam pemilu.

“Masyarakat Indonesia itu sekarang cerdas-cerdas untuk itu KPU bekerja keras menghadirkan pemilu yang berkualitas yang diharapkan mampu membuat orang yang dulunya acuh urusan pemilu menjadi mau dan peduli karena pemilu nya berkualitas, transparan penuh integritas,” katanya.

Terkait pemilih milenial, Suko memiliki pandangan tersendiri yakni Caleg, Capres, Cawapres, harus membuka diri dengan membuka kesempatan komunikasi untuk mendapatkan respon dari generasi milenial sehingga tahu apa yang dibutuhkan dan bagiamana membuat milenial peduli terhadap kepentingan negaranya.

“Anda (generasi muda, red) boleh kritis tapi jangan negatif. Kalau anda tidak berpartisipasi atas keputusan besar negara ini anda mbojeh (omong kosong, red) berarti,” ujar Suko.

Sebagai representasi anak muda, Seno Baskoro, Ketua Aliansi Pelajar Surabaya pun sependapat bahwa anak muda saat ini sudah banyak yang mengerti politik, bahkan menurutnya pemilu sudah menjadi bahan perbincangan anak-anak muda.

“Anak muda sebenarnya suka dan peduli dengan politik. Hanya saja pengemasannya tidak sesuai dengan nafsu atau apatite anak muda. Perlu dibenahi, jangan terus bermain old school, selami apa yang dipandang menarik oleh anak muda maka itulah yang akan jadi perhatian mereka,” kata Seno.

“Saat ini anak muda dipaksa ditarik oleh politisi ke dalam pusaran politik yang tidak disukai karena membingungkan sedangkan ruang ruang pengembangan tidak terjamah. Ini pekerjaan rumah jika ingin anak muda terlibat dalam segala keputusan penting negara,” sambung pemuda akan melanjutkan sekolah politik di Jerman ini.

Seakan menguatkan pendapat Seno, Sakdiyah Ma’ruf, komika muda mengatakan bahwa banyak ruang pengembangan yang bisa dieksplorasi lebih jauh misalnya melalui Humor dan Komedi. Humor komedi seharusnya bisa menjadi pilar kontrol isu yang sedang ada saat ini ketika diramu dengan baik dan berkualitas.

“Komedi itu bisa saja satir dan seharusnya mampu menggugah kesadaran politik dan demokrasi asal diramu dengan data yang tepat dan kemapanan deliver speech ya. Jangan hanya asal olok-olok kemudian itu dinamai komedi. Jika diramu dengan tepat akan jadi bahan refleksi isu sosial terbaik yang ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan dengan adanya pemilu yang berkualitas dan acara-acara politik yang melibatkan anak muda akan menjadi manusia yang untuk belajar politik dan berpartisipasi dalam keputusan penting negara. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar