Pendidikan & Kesehatan

Rangkul 10 Sekolah Adiwiyata di Mojokerto, PT Multi Bintang Ajak Pelajar Peduli Lingkungan DAS Brantas

Mojokerto (beritajatim.com) – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang) melalui Yayasan Sahabat Multi Bintang (YSMB) bekerja sama dengan Yayasan Esa Katulistiwa (YEK) resmi memulai program Bintang Adiwiyata 2019/2020. Menggandeng 10 sekolah Adiwiyata di Mojokerto, perusahaan minuman melakukan penyelamatan lingkungan.

Humas PT Multi Bintang, Adi Suprayitno mengatakan, tujuan dari program tersebut yakni PT Multi Bintang mengajak semua elemen khususnya di bidang pendidikan untuk mempersiapkan generasi yang akan mendatang untuk bersama-sama melakukan upaya penyelamatan lingkungan khususnya konservasi air.

“Karena kita sadar bahwa produk kita 95 persen terdiri dari air dan kita mempunyai kewajiban mengembalikan air itu ke alam. Kita melakukan upaya-upaya melalui program yang sudah terintegrasi, di hulu kita lakukan penanaman pohon. Sekarang sudah 10 ribu pohon di 10 hektar, di hilir kita siapkan sekolah Adiwiyata dan bank sampah,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Adi, hulu dan hilir harus saling terkait sehingga saat upaya penyelamatan lingkungan di hulu dilakukan tapi jika di hilirnya tidak siap maka akan sama saja. Di hulu siap untuk dilakukan penanaman dan pemberdayaan masyarakat lingkungan hutan. Di hilir muncul generasi muda untuk melakukan penyelamatan lingkungan.

“Selain Adiwiyata, kita juga ada program bank sampah yang tujuannya agar masyarakat yang dulunya punya kebiasaan membuang sampah di sungai dan di tanah lapang dan sebagainya. Ibu-ibu, khususnya sampah domestik terutama sampah non organik bisa menjual di bank sampah jadi program lingkungan yang juga bernilai ekonomis,” katanya.

Praktek riil nya di sekolah, lanjut Adi, ada pendampingan secara simultan untuk pilot project tersebut selama satu tahun. PT Multi Bintang dalam program tersebut juga bekerja sama dengan Yayasan Eka Khatulistiwa yang terdiri dari para ilmuwan lingkungan di bidangnya dan mahasiswa serta dosen Institusi Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

“Mereka yang mempunyai keahlian untuk melakukan hal-hal penyelamatan lingkungan yang berbasis pada teknologi dan pendidikan. Contoh konkritnya, nanti sekolah akan didampingi mengenai konsep Adiwiyata yang sesuai dengan program Adiwiyata dan juga nanti akan dibangunkan Ipal komunal dan sumur resapan,” jelasnya.

Sumur serapan di sekolah tersebut sebagai media pembelajaran anak-anak bagaimana mereka bisa memanfaatkan air limbah untuk dilakukan riew recycle dan tidak mencemari lingkungan. Air hujan yang turun dari hujan tidak langsung terbuang ke tanah tapi melalui sumur resapan itu bisa tertahan di tanah.

“Untuk Ipal komunal sebagai media pembelajaran. Misal, air dari mushola, air dari toilet bisa dimanfaatkan lagi untuk penanaman, untuk kolam. ITS nanti juga akan menghitung stok karbon yang dihasilkan dari air yang sudah di recycle tersebut, ada penanaman pohon yang menyerap karbon juga akan dihitung,” tuturnya.

Masih kata Adi, kwalitas yang dihasilkan hanya untuk dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman maupun kolam ikan tapi bukan konsumsi. Peran serta Dinas Pendidikan dan DLH sebagai pemateri yang akan mendampingi para siswa. Sebagai pilot project masih ada 10 sekolah Adiwiyata di Mojokerto.

“Mulai dari SD sampai SMA. Yakni SMAN Kutorejo 2, SMPN 1 Kutorejo, SMPN 1 Mojosari, SMPN 2 Trowulan, SDN Sampang Agung 1, SDN Sampang Agung 2, SDN Trawas 2, SDN Ngrame 2, SDN Kutogirang 2 dan SDN 2 Pandan. Sebenarnya Yayasan Multi Bintang skupnya nasional tapi baru kita mulai di Mojokerto yakni di sekitar pabrik kita beroperasi,” tegasnya.

Kegiatan yang digelar di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto tersebut diikuti oleh 10 Sekolah Adiwiyata pilihan di DAS Brantas mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Mereka mendapatkan pembekalan detil program dan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama oleh berbagai pihak terkait.

Program Bintang Adiwiyata ini memungkinkan berbagai sekolah Adiwiyata untuk membangun jejaring komunikasi berbagi inspirasi dan ide praktis untuk aksi penyelamatan lingkungan. Sejak tahun 2016, Multi Bintang sudah secara aktif melibatkan masyarakat dalam program konservasi bertajuk nabung banyu (simpan air),  yang bertujuan untuk meningkatkan upaya pelestarian sumber daya air dari daerah hulu hingga hilir aliran sungai Brantas.

Yakni yang merupakan sumber air bahan baku utama masyarakat dan juga industri. Saat ini terdapat 78 sekolah di Kabupaten Mojokerto yang sudah mengilkuti program Adiwiyata sejak tahun 2006. Dengan tingkat capaian sampai tingkat akhir atau sekolah adiwiyata mandiri baru 6 sekolah saja, sedangkan yang lain masih perlu bekerja keras untuk bisa mencapai jenjang berikutnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar