Pendidikan & Kesehatan

Puskesmas Ngadi Kediri Miliki Aplikasi Semar Mesem, Ini Keunggulannya

Kediri (beritajatim.com) – Salah satu Puskesmas di Kabupaten Kediri berhasil membuat terobosan baru, dengan menerapkan aplikasi pelayanan administrasi berbasis digital . Aplikasi yang diberi nama Semar Mesem tersebut memiliki keunggulan dalam mempermudah pemeriksaan pasien.

Pembuatan aplikasi tersebut bermula dari banyaknya laporan kejadian tidak diinginkan seperti rekam medis pasien hilang dan ganda. Adalah UPTD Puskesmas Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri yang berhasil membangun sebuah jaringan aplikasi pendataan berbasis digital tersebut.

Berkat terobosan barunya itu, Puskesmas tersebut  mendapatkan penghargaan sebagai juara harapan dua dalam Kompetisi Kelompok Kerja Budaya (KBK) se-Provinsi Jawa Timur tahun 2019 lalu.

Aplikasi Semar Mesem memiliki keunggulan, yaitu mempermudah dalam melakukan pemeriksaan pasien. Sebab, melalui aplikasi tersebut, petugas medis mudah untuk mengambil rekam medis pasien secara online yang terkonesi antar unit di puskesmas.

Selain itu, apabila ada pasien yang lupa membawa kartu berobat, tak harus pulang untuk mengambil, karena dapat menggunakan sistem sidik jari yang tersambung pada aplikasi.

Kepala UPTD Puskesmas Ngadi, dr. Rindang Farihah Idana mengatakan, aplikasi semar mulai diterapkan pada pertengahan tahun 2019 lalu. Ide awal pembuatan aplikasi bermula dari banyaknya Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) yang dilaporkan ke Tim Keselamatan Pasien, seperti hilangnya rekam medis atau dobel. Sehingga dikhawatirkan terjadi kesalahan dalam pengobatan.

“Karena banyak laporan KTD, banyak hilang dan dobel rekam medisnya. Takutnya terjadi kesalahan pengobatan. Aplikasi ini memudahkan penggalian rekam medis. Apalagi, karena kartu berobat pasien sering ketinggalan, sehingga wira wiri ambil atau kekabalan mencari secara manual,” kata dr. Rindang, Selasa (28/1/2020).

Sistem kerja aplikasi semar mesem layaknya pencatatan administrasi pasien biasa, namun melalui sistem digital pada komputer. Aplikasi tersebut terhubung antar masing-masing unit, poli-poli, bagian obat dan kepala puskesmas sebagai penanggung jawab. Pihak puskesmas membangun aplikasi berjaring ini secara mandiri melalui pembiayaan program jkn dan bekerjasama dengan sebuah rekanan.

Puskesmas Ngadi terus mengupgrade aplikasi Semar Mesem untuk meningkatkan sistem kerjanya. Adapun sedikit kendala yang biasa dialami karena koneksi jaringan internet. Sementara itu, pihak puskesmas kini tengah melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk melakukan bridging p-care, sehingga data pasien BPJS yang dimasukkan di aplikasi Semar Mesem Puskesmas Ngadi terkoneksi langsung dengan p-care BPJS. [adv kominfo/nm]

Apa Reaksi Anda?

Komentar