Pendidikan & Kesehatan

PSPB Umsida Suport Penulisan di Pesantren MBS Al Amin Bojonegoro

Surabaya (beritajatim.com) – Pemuda adalah manusia yang mempunyai energi meluap-luap. Energi tersebut bisa berwujud kreativitas tanpa batas, tindakan besar yang akan menghadirkan perubahan sosial, juga gagasan-gagasan besar yang mampu memberikan tawaran alternatif bagi kehidupan manusia di atas bumi.

Namun, besarnya energi pemuda belum tentu mempunyai wadah yang bisa diwujudkan, ditampilkan dan diterima masyarakat, atau minimal didokumentasikan dalam sejarah kehidupan manusia.

Kondisi ini disadari oleh pengasuh Pondok Pesantren MBS (Muhammadiyah Boarding School) Al Amin Bojonegoro: ustadz Syamsul Huda. Dalam rangka mewadahi energi kreativitas dan gagasan pemuda-pemuda (santri) di pesantrennya ia mempunyai visi bahwa setiap santri yang nanti lulus dari MBS Al-Amin harus menciptakan buku pengetahuan, yaitu buku kajian dari gagasan ilmiah buah pemikiran setiap individu. Buku-buku itu nanti akan menjadi dokumentasi dan publikasi gagasan ilmiah yang setiap tahunya akan terus bertambah, akan mencatat sejarah perkembangan pengetahuan MBS Al-Amin Bojonegoro dan diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan visi itu ustadz Huda bekerja sama dengan Pusat Studi Pendidikan dan Budaya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PSPB Umsida).

“Mulai bulan Agustus ini sampai 1 tahun ke depan, kami meminta PSPB Umsida untuk membimbing santri-santri MBS mulai dari dasar pemikiran ilmiah, karya tulis ilmiah sampai akhirnya nanti sampai akhirnya nanti santri-santri kami menciptakan buku ilmiah sebagai syarat lulus dari pesantren,” Ia menambahkan.

“Setiap proses akan kami hadirkan juga ustadz-ustad PP MBS Al Amin, supaya ketika tim PSPB Umsida selesai ustadz-ustadz kami bisa melanjutkan,” tambahnya.

Vidya Mandarani sekretaris PSPB Umsida menyambut baik ajakan itu, ia mengatakan bahwa gagasan menulis karya ilmiah bagi anak-anak muda sangat penting, prosentase karya ilmiah yang dihasilkan generasi Indonesia sangat kecil, bahkan di dunia kampus kegiatan menulis skripsi selalu menjadi momok yang menakutkan bagi mahasiswa akhir.

“Kami PSPB Umsida melakukan pendampingan penulisan ini seminggu sekali setiap hari Sabtu, dimulai dari tanggal 27 Juli 2019 kemarin dan akan kami rutikan sampai para santri itu menerbitkan sebuah buku karya ilmiah,” jelas Vidya.

Apa Reaksi Anda?

Komentar