Pendidikan & Kesehatan

Ponorogo Berencana Bangun Dua Rumah Sakit Baru

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini

Ponorogo (beritajatim.com) – Melihat letak geografis Ponorogo yang luas dan jumlah penduduk yang cukup banyak, Pemkab Ponorogo berencana membangun dua rumah sakit di daerah yang selama ini jauh dari kota.

“Iya memang ada wacana untuk mendirikan rumah sakit tipe D di wilayah Ponorogo selatan dan timur,” kata Kepala Dinas Kesehatan drg. Rahayu Kusdarini, Selasa (19/3/2019).

Mantan kepala puskesmas Kauman ini menjelaskan, Ponorogo bagian selatan dan timur yang dimaksud adalah kecamatan Ngrayun dan Pulung. Kedua kecamatan itu dirasa jauh dari kota. Sehingga, ketika ada rumah sakit di sekitar kawasan tersebut, sangat membantu masyarakat yang ingin berobat.

Selain itu untuk kecamatan Ngrayun, masyarakat sebenarnya sudah mengusulkan lama tentang rumah sakit ini. “Di Ngrayun katanya ada hibah tanah seluas 5000 meter persegi dari warga. Minggu depan saya dan wakil bupati akan meninjau lokasi. Kalau untuk Pulung belum ada lahannya,” katanya.

Irin sapaan akrabnya mengungkapkan, sebetulnya rumah sakit yang ada sekarang sudah mencukupi, kalau dihitung dari rasio tempat tidur dengan jumlah penduduk. Akan tetapi ini merupakan misi Bupati Ponorogo untuk lebih mendekatkan akses layanan kesehatan dengan masyarakat.

“Kami masih melakukan kajian, harapan bapak Bupati tahun 2020 sudah dimulai pembangunan dua rumah sakit tipe D,” katanya.

Mengapa rumah sakit tipe D? Irin menjelaskan bahwa aturannya sistem penanganan kesehatan itu rujukan berjenjang. Jadi kalau Pemkab Ponorogo memiliki rumah sakit tipe D, maka dari puskesmas bisa langsung dirujuk ke rumah sakit tipe D ini.

Dan bila tak tertangani bisa dirujuk lagi ke rumah sakit yang tipenya lebih tinggi. “Pemkab saat ini mempunyai rumah sakit tipe B. Jadi rujukan puskesmas itu tidak bisa langsung loncat ke rumah sakit tipe B, harus tipe dibawahnya dulu,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar