Pendidikan & Kesehatan

PMI Ponorogo Bekerja Keras Penuhi Permintaan Trombosit

Ponorogo (beritajatim.com) – Meningkatnya permintaan trombosit saat Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah, membuat PMI Ponorogo harus bekerja ekstra keras, agar permintaan kebutuhan trombosit setiap harinya terpenuhi.

Setiap harinya, permintaan trombosit ke PMI Ponorogo mencapai 20 kantong. ”Kita memaksimalkan jaringan yang terjalin selama ini. Kita mengontak sekolah, instansi pemerintah maupun swasta untuk melaksanakan donor darah massal,” kata Kepala UTD PMI Ponorogo, dr Andy Nurdiana, Selasa (5/2/2019).

Ia mengaku, idealnya untuk mencukupi tingginya permintaan trombosit, dalam satu hari sedikitnya minimal harus ada 30 orang pendonor, tapi ironisnya hanya ada 5 orang pendonor saja setiap harinya yang datang ke PMI Ponorogo.

Kondisi ini diperparah dengan sulitnya mencari pasokan trombosit dari PMI di area Madiun Raya. PMI sekitar enggan memberikan stok trombositnya karena di sejumlah tempat di sekitar Ponorogo kasus demam berdarah juga cukup tinggi. ”Kita sudah coba minta ke PMI tetangga tapi mereka tidak mau memberi karena buat jaga-jaga. Sebab di wilayahnya juga banyak terjadi demam berdarah,” katanya.

Andi menghimbau untuk pendonor aktif yang sudah waktunya dan masyarakat yang berkenan untuk donor darah segera ke PMI Ponorogo mendonorkan darahnya. Sehingga pihaknya bisa banyak memproduksi trombosit untuk pasien demam berdarah. [end/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar