Pendidikan & Kesehatan

PGRI: Apa Kabar Kenaikan Pangkat Guru Fungsional di Jember Sejak 2016?

Ketua PGRI Jember Supriyono. [Foto: dok pribadi]

Jember (beritajatim.com) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mempertanyakan kenaikan pangkat guru fungsional di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan, kenaikan pangkat bagi jabatan fungsional membutuhkan penilaian Tim Penilai Angka Kredit. “Sekretariat Tim Penilai Angka Kredit ternyata tidak ada,” katanya.

Saat Bupati MZA Djalal, tim ini ada. Namun masa berlaku surat keputusan sudah selesai. “Setelah Bu Faida (Bupati Faida) ini (menjabat), tidak terbentuk lagi. Itu lo persoalannya,” kata Supriyono.

“Ini merugikan guru. Guru-guru yang masih muda, punya semangat baik, kinerja baik kemudian tidak bisa naik pangkat, kan jadi problem juga,” kata Supriyono.

“Ini kan hak. Guru setelah melaksanakan tugas kan di-point, dikredit (dinilai). Dengan kenaikan pangkat, gaji pokok akan naik. Otomatis dengan gaji pokok tak berubah, kesejahteraan mereka yang bekerja seperti itu ya artinya masih tetap. Inilah yang kadang membuat frustrasi mereka yang golongan muda. Padahal kalau bisa, bagaimana sumber daya guru ini jangan sampai frustrasi. Kalau terjadi seperti ini sistemnya kan ribet kita,” kata Supriyono.

Jumlah guru PNS yang tertahan kenaikan pangkatnya bisa mencapai ribuan. Menurut Supriyono, per tahapan kenaikan pangkat bisa diikuti 500-700 orang guru. “Kami naik pangkat April dan Desember. Tapi karena tidak ada yang mengurus, ini jadi problem,” katanya.

Pangkat guru fungsional tertinggi ada yang IV e. “Sekarang teman-teman ada yang masih III b jalan di tempat. Kan yang baru-baru kasihan kalau jalan di tempat, kata Supriyono.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Mirfano membantah jika kenaikan pangkat guru fungsional ada masalah. “Yang 2016 dan 2017 tidak ada masalah. Yang 2018 dan 2019 masih ditata Tim PAK (Penilai Angka Kredit). Saat ini on process, katanya.

“Tidak benar kalau sejak 2016 tidak ada kenaikan pangkat fungsional. Tahun 2016, 2017 dan 2018, kenaikan pangkat per April masih ada,” tambah Mirfano.

Menurut Mirfano, khusus pangkat golongan IVc ke atas tak ada masalah. “Ini karena Tim PAK-nya dari pusat,” katanya.

Mirfano mengakui jika Tim PAK daerah dinonaktifkan. “Dulu ada, terus dinonaktifkan,” katanya.

Kenapa dinonaktifkan? “Salah satu faktornya ada beberapa anggota tim yang dimutasi,” kata Mirfano.

“Sekarang sedang ditata ulang, direncakan segera akan ada diklat Tim PAK,” kata Mirfano. Diklat ini menjadi wewenang Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jember.

Senyampang tim belum terbentuk, penilaian angka kredit terhadap guru-guru PNS di Jember saat ini sedang diselesaikan dengan bekerjasama dengan Tim PAK Probolinggo. “Sejauh ini sedang dalam proses. Mudah-mudahan bisa segera selesai,” kata Mirfano. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar