Pendidikan & Kesehatan

Kasus Demam Berdarah di Bojonegoro Urutan Ketiga se-Jatim

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kabupaten Bojonegoro menempati urutan ketiga angka kematian tertinggi penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur. Kasus DBD di Jawa Timur pada 15 Januari 2019 sebanyak 1.032 kasus.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Ahmad Hernowo mengatakan, peredaran DBD di Bojonegoro masuk dalam lima besar kasus yang tersebar di 34 Kabupaten/Kota.

Kabupaten/Kota yang masuk dalam lima besar kasus tertinggi hingga 15 Januari 2019 terbanyak di Kabupaten Tulungagung sebanyak 179 kasus. Kemudian Kabupaten Kediri 102 kasus, Kabupaten Ngawi 93 kasus, Ponorogo 72 kasus dan Bojonegoro 63 kasus.

Sementara, angka kematian tertinggi di Kabupaten Kediri, 9 penderita meninggal dunia, Kabupaten Sampang 3 penderita, Bojonegoro, Ngawi, Tulunagung dan Ponorogo dua penderita meninggal dunia.

Sebagai perbandingan pada 2018 jumlah kasus DBD di Januari sebanyak 1.114 kasus dengan jumlah kematian 10 penderita. Sedangkan jumlah kasus selama 1 tahun  2018, sejumlah 8.115 dengan kematian sebanyak 81 (CFR= 1%).

“Untuk menanggapi penyebaran kasus DBD itu, Dinkes membuat tim untuk mengendalikan penyebaran virus DBD,” ujar Hernowo, Selasa (22/1/2019).

Tim tersebut, lanjut dia, untuk melihat kesiapan puskesmas, mendata dan memastikan penanganan sudah sesuai dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lapangan. “Tim dibuat oleh Dinkes sendiri bekerjasama dengan seluruh Puskesmas yang ada di Bojonegoro,” katanya.

Daerah yang terserang demam berdarah ini diharapkan peran aktif masyarakat untuk lebih tanggap dengan cara PSN maupun meminta abate ke Puskesmas setempat untuk membunuh jentik nyamuk penyebar virus dengue.

Tim tersebut juga memberi edukasi masyarakat atau pasien agar datang periksa pada stadium dini. Serta mohon didukung kemampuan rumah sakit tenaga kesehatan agar lebih waspada DBD dan mengaktifkan koordinasi SKDR (sistem kewaspadaan dini rumah sakit).

Sekadar diketahui, jumlah  yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan pada 2018 ada sekitar 595 kasus dan 12 orang meninggal dunia, meningkat dibanding 2017 sekitar 280 kasus dan 9 orang meninggal dunia. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar