Pendidikan & Kesehatan

Perda KTR Tak Mengatur Pembatasan Produksi Rokok

Surabaya (beritajatim.com) – Benarkah pemberlakuan revisi Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Surabaya, Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) akan menurunkan produksi rokok dan tembakau?

Dinas Kesehatan Kota Surabaya menegaskan jika revisi Perda yang mereka usulkan tak mengatur tentang pembatasan produksi rokok maupun tanaman tembakau bahkan produk iklan rokok. Perda hanya mengatur tentang lokasi atau tempat diperbolehkannya orang merokok.

“Revisi Perda KTR hanya mengatur di mana orang seharusnya boleh merokok. Karena Orang yang tidak merokok punya hak asasi. Mereka juga ingin hidup sehat dan harus kami akomodir,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya Mira Novia dalam Forum Antara Berdiskusi dengan tema ‘Cara Surabaya Mengatur Rokok, Bisa Jadi Rujukan?’ di Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Dikatakan, revisi Perda ini hanya menyempurnakan dan menambah kawasan-kawasan tempat yang tidak boleh merokok. Seperti tempat atau taman bermain anak-anak, angkutan umum, sekolah atau saran atau belajar mengajar, tempat ibadah serta sarana kesehatan.

“Lima kawasan larangan merokok ini saja yang kami batasi, bukan produksinya. Mall atau pun tempat lain juga didorong memperbanyak tempat merokok yang terbuka,” beber Mira.

Ketua APTI Soeseno dalam kesempatan itu merasa pihaknya tidak dilibatkan dalam penyusunan Revisi Perda KTR. Ia juga menyayangkan jika sanksi yang diberikan berupa pemecatan, karena itu termasuk perbuatan diskriminatif. Dia berharap Revisi Perda KTR, meski nantinya setelah disahkan hanya diberlakukan di wilayah Kota Surabaya, tidak merugikan bagi para petani tembakau di Jawa Timur yang selama ini memberi kontribusi sebesar 60 persen bagi industri rokok se- Indonesia.

Praktisi Media Slamet Hadi Purnomo menilai inti dari Revisi Perda KTR sejatinya adalah untuk membentuk perilaku bagi perokok agar menghormati orang lain yang tidak merokok. “Memang diharapkan ada efek jera melalui sanksi yang diberlakukan tapi muara dari dibuatnya aturan dalam revisi Perda KTR ini adalah membentuk perilaku perokok agar tidak seenaknya merokok di berbagai tempat,” tandas Kepala LKBN Antara Biro Jatim ini.[rea/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar