Pendidikan & Kesehatan

Penuh Haru, Kedatangan RSTKA di Pulau Sapeken Disambut Keriangan Meidhini

Surabaya (beritajatim.com) – Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) kembali melakukan misi kemanusiaannya, kali ini Kapal berlayar menuju Pulau Sapeken, Pagerungan Besar dan Masalembu, sejak 4 April kemarin.

Rencananya kegiatan RSTKA di tiga pulau tersebut akan diadakanĀ  hingga 14 April 2019. Misi kemanusiaan RSTKA kali ini pun merupakan program bersama dengan Dinas Kesehatan Jatim yang turut didukung pula oleh Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA), RSUD Dr. Soetomo, RS Universitas Airlangga, Dekan FK UNAIR, Investree, YBM PLN, Yayasan Northstar Foundation, PT. Lumintas Puspindo dan Klinik mata EDC Group.

Al Mudatsir, Kapten Kapal RSTKA mengatakan bahwa kapal tiba di pulau Sapeken pada dini hari kemarin dengan perjalanan laut tenang yang memakan waktu 24 jam dari Surabaya. Mudatsir pun membawa serta 7 anak buah kapal (ABK) dalam misi 3 pulau kali ini.

“Perjalanan ke Sapeken lancar, dan hari ini kami kedatangan banyak warga yang ingin melakukan pengobatan,” ujar Kapten berusia 43 tahun ini kepada beritajatim.com, Jumat (5/4/2019).

Selain 7 orang ABK, pelayaran RSTKA di Pulau Sapeken juga membawa 18 dokter spesialis, 3 dokter umum, 14 perawat, 1 farmasi, 1 administrator, 6 mahasiswa, 2 media, dan 2 orang dari YPM PLN.

“selain 7 orang ABK yang ikut naik di kapal RSTKA ada 15 orang lagi, sedangkan lainnya menyusul dengan kapal cepat,” tambah Mudatsir.

Kedatangan RSTKA ditunggu masyarakat Sapeken

Fokus penanganan kesehatan kali ini adalah penanganan tingkat dasar dan beberapa penanganan lanjutan sepertiĀ  operasi Katarak, Hernia, THT, dan Caesar. Selain itu, RSTKA juga membawa serta mahasiswa untuk melakukan sosialisasi, penyuluhan, membuat perpustakaan mini, bersih-bersih pantai, dan kegiatan preventif advice lainnya.

Menariknya, kedatangan kapal RSTKA di pulau Sapeken kali ini disambut dengan keriangan gadis kecil berusia 11 bulan bernama Meidhini. Meidhini merupakan bayi yang dilahirkan secara Sectio Caesaria atau Caesar oleh dokter Dhini dan tim medis RSTKA pada bulan Mei tahun 2018 lalu.

Meidhini tampak begitu akrab dengan para kru kapal dan medis RSTKA seakan mengerti bahwa merekalah orang-orang yang menolong proses dirinya lahir ke dunianya. Kapten Al Mudatsir pun mengucapkan syukur dan haru atas kehadiran Meidhini pada kunjungan kali ini.

Meidhini bersama Kapten Kapal RSTKA Al Mudatsir

“Saya bahagia dan terharu dengan datangnya bro Dhini, inilah kenapa bahagian sekali rasanya jadi bagian dari RSTKA, berkah yang tidak tergantikan dengan apapun yakni melihat perjuangan dan ikhtikad baik berbuah manis. Semoga Dhini selalu sehat dan jadi anak yang Sholihah, Aamiin,” ungkap Al Mudatsir dengan penuh syukur.[adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar