Pendidikan & Kesehatan

Kadinkes Jatim:

Penderita Pneumonia Jatim Terbanyak Kedua di Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) – Pneumonia merupakan salah satu penyakit penyumbang kematian terbesar bagi bayi dan balita di dunia. Di Indonesia pneumonia menempati urutan terbesar ke dua angka kematian tersebut.

Menurut Kohar Hari Santoso, Kadinkes Jawa Timur, dalam pemaparan Media Edukasi Pneumonia bersama UNICEF, Rabu (28/8/2019) Pneumonia berada dibawah penyakit diarea. Pneumonia sendiri juga dalam kategori penyakit saluran pernapasan akut atau yang biasa disebut ISPA, yang menyerang jaringan paru-paru (alveoli).

Penyebab pneumonia adalah virus dan bakteri yakni streptococcus pneumoniae 50 persen, Haemophylus influenzae 20 persen. Selainnya juga masalah gizi, higenitas, dan sanitasi juga mempengaruhi.

Seperti yang dikatakan diatas, bahwa pneumonia rentan menyerang pada bayi, balita dan manula. Dengan prosentase 32,910 (26 persen) menyerang usia diatas 5 tahun sedangkan usia dibawah 5 tahun memiliki prosentase 92,913 (74 persen).

“Anak anak menjadi lebih rentan karena respon imunnya belum benar benar terbentuk sempurna. Untuk itu penting sekali imunisasi agar terhindar dari terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri,” ujarnya.

Meskipun saat ini imunisasi atau vaksin untuk pneumonia belum ada di Indonesia tetapi menurut Kohar imunisasi dasar masih menjadi faktor penting dalam tindakan preventif.

“Setidaknya meskipun belum ada vaksin Pneumonia, kalau bayi sudah lengkap imunisasi dasarnya makan kemungkinan terjakit infeksi virus bakteri akan lebih rendah. Ini juga upaya untuk menumbuhkan daya tahan tubuh seseorang,” tuturnya.

Di Jawa Timur sendiri, temuan penderita pneumonia pada tahun 2018 masih diangka 5000 pasien. Puncaknya pada bulan Maret, kasus Pneumonia ditemukan sebanyak 9116 pasien.

“kita butuh kesadaran masyarakat agar mau mengimunisasi anaknya. Bagiamana pun juga, imunisasi dasar merupakan proteksi yang paling mungkin kita lakukan saat ini, karena memang belum ada benar benar vaksin untuk itu (pneumonia, red). Kalau daya tahannya kuat, maka bakteri atau virus tidak akan sampai menginfeksi paru-paru,” paparnya. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar