Pendidikan & Kesehatan

Pendaftaran Via Offline ke SMA Negeri, Rugikan SMA Swasta di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Rencana perpanjangan pendaftaran offline bagi SMA negeri di Ponorogo disayangkan oleh SMA swasta. Pasalnya tidak sedikit siswa yang sudah diterima di SMA swasta balik kanan mencabut berkasnya.

Alasannya bermacam-macam, salah satunya dipanggil kembali oleh pihak SMA negeri. Yang dalam pendaftaran online dulu, mereka tidak diterima. Kini disuruh untuk daftar via offline atau ke sekolah langsung.

”Ini ada siswa yang sudah daftar ulang, bahkan sudah membayar lunas malah cabut berkas karena dipanggil lagi oleh SMA negeri,” kata salah satu panitia PPDB SMA 1 Muhammadiyah Ponorogo Dian Aksanti, saat ditemui beritajatim.com pada Kamis (27/6/2019).

Dian mengungkapkan sejak kemarin (26/6/2019) hingga kini ada sedikitnya 14 siswa yang mencabut berkasnya di SMA 1 Muhammadiyah. Dia menilai secara pribadi sesungguhnya sistem zonasi dalam PPDB kali ini sudah sangat tepat. Karena sesuai dengan jargon Kemendikbud RI bahwa ”sekolahku dekat rumahku”. Selain itu juga tidak memetakan lagi sekolah favorit maupun yang bukan. Namum dalam prakteknya tidak berbeda jauh dengan PPDB tahun yang lalu.

”Tetap sekolah swasta yang dirugikan,” katanya.

Terlebih lagi kebutuhan rombongan belajar (rombel) di SMA negeri sangat besar. Tiga tahun terakhir sekolahnya selalu menyusut rombelnya, dulu dari 9 rombel kini tinggal 8. Dian mempertanyakan seperti apa sistem zonasi ini diterapkan di bumi reyog.Dari tahun ke tahun kok permasalahannya sama, karena perpanjangan pendaftaran di SMA negeri.

”Harus ada ketegasan dari Cabdindik provinsi Jatim tentang penerapan zonasi yang benar. Bagaimanapun juga SMA swasta bagian dari pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa. Jadi peraturan harus dipatuhi dan dijalankan,” pungkasnya. (end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar