Pendidikan & Kesehatan

Pemuda Milenial Pamekasan Diajak Wujudkan Jiwa dan Mental Positif

Ketua Yayasan Wakaf Taufiq Shibyan, Akh Fakih dalam kegiatan Sosialisasi Pemuda Anti Tawuran alias Pantaw yang digelar di Auditorium Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Jl R Abd Aziz, Sabtu (21/9/2019).

Pamekasan (beritajatim.com) – Elemen pemuda generasi milenial di Kabupaten Pamekasan, diajak untuk memaksimalkan berbagai potensi demi mewujudkan jiwa dan mental yang baik untuk menciptakan perubahan ke arah yang lebih positif.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Wakaf Taufiq Shibyan, Akh Fakih dalam kegiatan Sosialisasi Pemuda Anti Tawuran alias Pantaw yang digelar di Auditorium Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Jl R Abd Aziz, Sabtu (21/9/2019).

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan sebuah iklim perubahan ke arah yang lebih baik, salah satunya melalui program sosialisasi untuk memecahkan sebuah polemik dan mampu beradaptasi dengan kehidupan sosial,” kata Akh Fakih.

Karena itu, pihaknya sengaja menggelar sosialisasi dengan mengangkat tema ‘Pemuda Milenial, Pemuda Anti Tawuran’. Sekaligus menghadirkan sejumlah pemateri lintas sektor, di antaranya Shohibuddin (Dewan Pendidikan Pamekasan), Suhairi (Akademisi IAIN Madura), Ismail (Anggota DPRD Pamekasan) serta satu pemateri dari Bandung.

“Melalui kegiatan ini kami harapkan, pemuda saat ini mampu menanamkan kepercayaan dan kesadaran dari para pemuda agar tidak terpengaruh dengan berbagai jenis budaya yang tidak baik. Khususnya bagi para pemuda milenial di Bumi Gerbang Salam,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan sekilas tentang program sosialisasi yang digarapnya. Di antaranya demi mengantisipasi sekaligus mencegah kenakalan para pemuda milenial. “Salah satunya menyadarkan pemuda dari bahaya dan efek tawuran, sekaligus menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tabah air,” jelasnya.

“Tidak kalah penting juga kita harapkan agar para pemuda milenial dapat hidup berdampingan dan damai dengan sesama, termasuk meningkatkan toleransi dengan penyadaran keberagaman agama, budaya, ras hingga suku yang ada di Indonesia,” sambung pria yang akrab disapa Fakih.

Hal senada juga disampaikan salah satu pemateri, Ismail yang juga mengajak para pemuda milenial agar memiliki komitmen yang baik demi menghindari perilaku negatif. “Mari kita selamatkan generasi pemuda milenial dari tawuran dan narkoba, untuk bisa menjadi generasi hebat di masa depan,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar