Pendidikan & Kesehatan

Pemkab Malang Dorong Kades Wujudkan PerpusDes

Keberadaan perpustakaan diharapkan bisa menjadi ruang terbuka bagi publik untuk belajar secara kontekstual dan berlatih keterampilan kerja.

Malang (beritajatim.com) – Keberadaan perpustakaan diharapkan bisa menjadi ruang terbuka bagi publik untuk belajar secara kontekstual dan berlatih keterampilan kerja.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional, Joko Santoso dalam Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca (SGNPKM) di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (19/3/2019).

Kata Joko, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas), dan di Indonesia telah diselenggarakan di sekitar 350 lokasi. Joko menjelaskan, dengan diadakannya kegiatan semacam ini, pihaknya ingin membangun resonansi sosial bahwa masyarakat bisa aware dengan membaca.

“Dengan begitu harapannya, perpustakaan bisa menjadi co working space bagi siapa saja untuk bisa meningkatkan kompetensinya. Artinya, dengan keberadaan perpustakaan, bukan hanya sekedar meningkatkan minat dan daya baca saja. Namun lebih dari itu. Misalnya juga bisa berpengaruh lebih untuk menambah pendapatan bagi masyarakat,” jelasnya usai kegiatan.

Untuk pertumbuhan minat baca di Indonesia, Joko menegaskan secara keseluruhan sangat bagus. Bahkan, berdasarkan The World Culture Index Score, Indonesia berada pada peringkat 17 dari 30 negara. Hal tersebut sudah termasuk peringkat yang tinggi, karena minat baca di Indonesia mencapai 6 jam per minggunya.

“Indikatornya adalah dari jumlah lama membaca, kemudian dari jumlah halaman yang dibaca. Setelah itu, juga jumlah tingkat kunjungan perpustakaan. Jumlah bahan pustaka atau buku yang dibeli,” terang Joko.

Guna meningkatkan minat dan daya baca, Perpustakaan Nasional juga telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan membeli mobil untuk dijadikan perpustakaan keliling untuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih tidak bisa dijangkau ke layanan perpustakaan yang terpusat pada satu lokasi. Selain itu juga bekerja sama dengan pihak Bakamla dengan menggunakan kapal.

“Selain itu, Pemerintah Pusat juga telah menyarankan kepada Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Desa agar mengalokasikan Dana Desa untuk membangun Perpustakaan Desa. Karena memang multiple efek yang dapat ditimbulkan juga sangat banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang, Sukowiyono menambahkan, kegiatan tersebut bagus untuk menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya di Kabupaten Malang. Namun terlepas dari itu, gemar membaca juga perlu difasilitasi dengan perpustakan beserta bahan pustaka berupa bukunya.

“Pemerintah Pusat kan juga telah menyarankan agar mengalokasikan Dana Desa untuk PerpusDes. Tinggal komitmen dari Kepala Desanya masing-masing untuk membangun PerpusDes. Karena jika ada perpusdes, multiple effect yang ditimbulkan juga banyak. Bisa menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan UKM, meningkatkan produktifitas pertanian dan juga peternakan,” tegas Sukowiyono. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar