Pendidikan & Kesehatan

Pemerintah Stop Izin Baru D3 dan D4 Kebidanan

Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo

Bojonegoro (beritajatim.com) – Proyeksi jumlah tenaga kesehatan yang ada saat ini oleh Dirjen Kelembagaan IPTEK Dikti Patdono Suwignjo dirasa sudah cukup. Sehingga yang dilakukan fokus pada peningkatan kapasitas pada lembaga pendidikan kesehatan maupun tenaga kesehatan yang sudah ada.

“Persaingan sekolah kesehatan terutama kebidanan, sudah banyak. Sehingga pemerintah sudah tidak membuka izin baru untuk perguruan tinggi yang membuka D3 dan D4, yang kita inginkan adalah peningkatan mutu pendidikan,” ujar Suwignjo, saat di Bojonegoro, Sabtu (2/11/2019).

Salah satu upaya peningkatan mutu itu diantaranya juga dilakukan oleh Akes Rajekwesi yang ada di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Dari yang sebelumnya Akademi Kesehatan (Akes) menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Rajekwesi. Setelah menjadi STIKes maka sekarang bisa menyelenggarakan pendidikan setingkat S1, S2 dan S3.

“Kementerian sudah melakukan evaluasi bahwa Akes Rajekwesi sudah pantas, sudah memenuhi syarat untuk ditingkatkan statusnya menjadi sekolah tinggi kesehatan,” ungkapnya.

Dengan adanya peningkatan status tersebut, diharapkan STIKes Rajekwesi bisa mencetak tenaga kesehatan yang mumpuni. Sehingga mampu menjalankan amanat Undang-undang tentang Tenaga Kesehatan sebagai perawat dan bidan tanpa harus menempuh pendidikan ke luar daerah.

“Dengan terbitnya UU tenaga kesehatan itu mengatur bahwa jabatan di RS untuk perawat dan bidan pendidikannya paling rendah D3. Pada 2017 jika pendidikannya masih D3 maka harus meningkatkan pendidikannya dengan menempuh pendidikan profesi,” katanya.

Direktur STIKes Rajekwesi Bojonegoro Fidrotin Azizah mengatakan, kedepan memang banyak tantangan yang harus diupayakan setelah adanya perubahan status tersebut. Termasuk persiapan tambahan program studi baru Strata 1 (S1) Farmasi. “Dalam tahun ajaran baru ini mudah-mudahan persiapan S1 Farmasi sudah matang,” jelasnya.

Selain peningkatan di bidang administrasi kependidikan, Fidrotin Azizah yakin, pihak kampus yang sudah lama konsen di bidang pendidikan kesehatana ini mampu mencetak tenaga kesehatan yang profesional. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar