Pendidikan & Kesehatan

Pelajar ‘Anak Nenek’ Butuh Perhatian

Jember (beritajatim.com) – Sebagian besar siswa sekolah dasar dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur lebih banyak menjalani kehidupan sehari-hari bersama nenek. Mereka biasa disebur ‘anak nenek’.

Kondisi ini, menurut salah satu tokoh masyarakat Budi Hermanto, dikarenakan rata-rata di Arjasa berprofesi sebagai buruh. “Banyak yang kerjanya jauh hingga ke luar kota, jadi anak-anak mereka terpaksa dititipkan kepada anggota keluarga lainnya. Biasanya dititipkan ke neneknya. Jadi anak-anak di sini kebanyakan dibesarkan neneknya daripada sama orangtuanya sendiri,” katanya.

Hal ini dibenarkan Kepala SDN Biting 02 Fitatim Eshak Ustatik. “Anak nenek itu anak yang dititipkan kepada neneknya sementara kedua orangtuanya pergi untuk kerja di luar kota. Tapi biasanya dalam waktu lama, sehingga kurang mendapat perhatian,” katanya.

Puluhan siswa ‘anak nenek’ di SDN Biting 02 ini yang mendapat bantuan sosial berupa seragam sekolah gratis, Sabtu (16/11/2019). Seragam tersebut merupakan partisipasi konsumen Alfamart melalui donasi di toko yang dikelola Yayasan LazizMU.

Regional Corporate Communication Manager Alfamart Muhammad Faruq Asrori mengatakan, kegiatan sosial ini bukan Corporate Social Responsibility (CSR) tapi Corporate Cause Promotion (CCP) yakni penggalangan dana yang mengajak peran serta masyarakat.

“Kegiatan ini sekaligus bentuk perhatian kami kepada dunia pendidikan. Seragam sekolah, sepatu, dan tas ini adalah perlengkapan atau kebutuhan yang vital bagi adik-adik,” kata Faruq di sela acara.

Bantuan berupa seragam sekolah tersebut diserahkan kepada siswa dari keluarga kurang mampu maupun yang yatim piatu. “Karena di sekolah ini rata-rata anak-anaknya berasal dari keluarga menengah ke bawah yang membutuhkan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Bantuan ini berasal dari donasi konsumen periode Juli – Desember 2018 yang tethimpun sebesar Rp 4,249 miliar secara nasional. Donasi periode tersebut diwujudkan dalam 6.500 paket perlengkapan sekolah dan renovasi 20 bangunan sekolah. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar