Pendidikan & Kesehatan

Pasien Ini Bikin Bingung RSUD Balung Jember

Direktur RSUD Balung Nur Cahyohadi

Jember (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Daerah Balung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dibikin bingung oleh salah satu pasien peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Gara-gara pasien itu memiliki dua kartu yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Pasien penyakit dalam ini memiliki kartu keanggotaan BPJS Kesehatan sebagai peserta mandiri dan penerima bantuan iuran nasional (PBIN). “Dengan kondisi mandirinya, maka ada tunggakan Rp 2,295 juta. Kalau yang bersangkutan ingin menggunakan PBIN, maka konsekuensinya harus melunasi iuran mandiri,” kata Dorektur RSUD Balung Nur Cahyohadi.

Ini memunculkan dilema bagi pengelola rumah sakit. “Saya sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa punya dua kartu. Kami berharap keluarga bisa berkoordinasi ke BPJS Kesehatan. Kalau lihat data KTP, yang bersangkutan hanya pengurus rumah tangga. Ini kondisi yang membuat kami kesulitan mengambil keputusan, walau prinsipnya kami selalu ingin memberi pelayanan sebagaimana yang dibutuhkan pasien,” kata Cahyo.

Dilema bukan hanya terkait persoalan kepemilikan kartu ganda JKN, namun juga soal pasien yang menggunakan surat pernyataan miskin (SPM). Pasien yang membawa SPM adalah pasien yang tidak tercatat sebagai peserta jaminan kesehatan nasional yang ditanggung APBD dan APBN. “Kami tetap harus memberi pelayanan. Tapi dengan anggaran (APBD Jember 2019) yang hanya Rp 3 miliar tadi, saya rasa pasti sangat kurang,” kata Cahyo.

Pria berkacamata ini mengingatkan, bahwa pada 2018, piutang SPM RSUD Balung mencapai Rp 4,8 miliar. “Kemudian tahun 2019 ini, Januari saja, kami sudah membuat klaim untuk SPM Rp 800 juta dan Jampersal (Jaminan Persalinan) Rp 200 juta. Ini baru Januari. Tapi kami tetap harus memberi pelayanan, dan tetap akan kami ajukan klaim. Kami berharap Perubahan Anggaran Keuangan bisa mengakomodasi kondisi tersebut,” kata Cahyo. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar