Pendidikan & Kesehatan

Jumlah Membludak

Pasien Hepatitis A Ada yang Dirawat di Lorong Puskesmas

Pacitan (beritajatim.com) – Puskesmas Ngadirojo kuwalahan menampung pasien yang datang berobat. Mereka rata-rata tertular virus Hepatitis A. Dengan keluhan mual, muntah, nyeri perut dan pipisnya kuning kemerahan serta mata berwarna kuning.

Sebagian pasien terpaksa dirawat di lorong karena seluruh kamar sudah terisi penuh. “Kapasitas kamar tidur di Puskesmas Ngadirojo hanya ada 20 bed. Sedangkan pasien yang datang sekitar 40 orang lebih,” kata koordinator rawat inap Puskesmas Ngadirojo Nanik Setyowati, Jumat (28/6/2019).

Nanik mengungkapkan, jumlah penderita hepatitis A di Ngadirojo menjadi yang tertinggi kedua setelah kecamatan Sudimoro. Jumlah akumulasi hingga hari ini tercatat ada 149 penderita. “Yang dirawat di lorong itu terpaksa memakai velbed dari BPBD Pacitan,” katanya.

Nanik menambahkan, yang dirawat di Puskesmas Ngadirojo kebanyakan berusia dewasa dan lansia. Mereka rata-rata rawat inap selama 3-4 hari. “Setelah itu mereka sudah diperbolehkan pulang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pasca penetapan KLB hepatitis A di Pacitan, Pemkab setempat akan membentuk tim untuk turun langsung ke akar rumput. Guna mengedukasi, bagaimana cara hidup sehat yang baik dan benar. Supaya bisa tertanam langsung kepada seluruh masyarakat. “Tim ini nantinya terdiri dari semua instansi terkait dan semuanya terlibat,” kata Bupati Pacitan Indartato.

Mengapa semua terlibat? Indartato menjelaskan karena tidak bisa kerja sendiri untuk mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat. Dia mencontohkan untuk pasar, yang terlibat selain Dinas Perindustrian dan Kesehatan juga ada Dinas Perdagangan.

“Mereka sama- sama mengedukasi pentingnya kebersihan di lingkungan pasar dan barang-barang yang dijual disana,” katanya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar