Pendidikan & Kesehatan

Paparkan Prospek Ekonomi Indonesia, Gubernur BI Beri Kuliah Tamu di UNAIR

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ph.D., memberikan kuliah tamu di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kantor Manajemen Kampus C Universitas Airlangga, pada Senin siang (25/3/2019). Kali ini kuliah umum itu mengangkat tema ”Perekonomian Indonesia: Prospek dan Bauran Kebijakan”.

Dalam kuliah tamu itu, Perry Warjiyo menyampaikan tiga pesan utama kunci bangsa Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Pertama, membangun sikap optimis ekonomi Indonesia ke depan akan lebih baik. Kepercayaan itu mampu membangun pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi dengan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang terjaga.

”Ketahanan ekonomi Indonesia terhadap dampak rambatan global cukup kuat,” sebutnya.

Kedua, sinergi kebijakan ekonomi nasional sangat kuat. Sinergi kebijakan fiskal-moneter-sektor keuangan sangat diperlukan untuk stabilitas. Selain itu, pertumbuhan didukung oleh kebijakan reformasi struktural di berbagai bidang seperti infrastruktur, SDM, industri, pariwisata, UMKM, dan ekonomi keuangan digital.

”Bank Indonesia mendukung pertumbuhan dengan kebijakan akomodatif di bidang makroprudensial, pendalaman pasar keuangan, sistem pembayaran, dan ekonomi keuangan syariah,” katanya.

Dan, ketiga, diperlukannya konsistensi dan kontinyuitas kebijakan ke depan. Kuatnya sinergi kebijakan ekonomi nasional, ungkap Perry, perlu terus dipertahankan.

”Pengelolaan ekonomi perlu dilakukan baik dari sisi permintaan agregat maupun sisi penawaran agregat agar pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan stabilitas terjaga,” tuturnya.

Perry menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah menguat sejalan kinerja sektor eksternal yang membaik. Hingga 19 Maret 2019, sebut dia, rupiah menguat 1,05 persen secara point-to-point dan 0,85 persen secara rerata. Itu didukung aliran masuk modal asing yang besar ke pasar keuangan domestik, baik di pasar Surat Berharga Negara maupun pasar saham. Perry juga memandang nilai tukar rupiah akan stabil ke depan.

”Ke depan, sejalan prospek sektor eksternal yang membaik, Bank Indonesia memandang nilai tukar rupiah akan bergerak stabil sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan mekanisme pasar yang tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, lanjut Perry, Bank Indonesia terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, khususnya di pasar uang dan valas.

Pada akhir, Perry menyampaikan sejumlah keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Tepatnya yang digelar pasa 20-21 Maret 2019. Di antaranya, RDG memutuskan mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 6,00 persen, suku bunga deposit facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga lending facility 6,75 persen.

”Keputusan itu konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal perekonomian. Khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya Tarik asset keuangan domestik,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dalam sambutannya sangat menyambut baik kuliah tamu itu. Menurut dia, kegiatan kuliah tamu sangat penting bagi masyarakat kampus untuk meng-update problem dan keilmuan di masyarakat, khususnya dari para praktisi bidang tertentu.

Kali ini UNAIR, lanjut Prof Nasih, bekerja sama dengan BI. Selain Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan kuliah tamu, diskusi perihal bagaimana kampus menghadapi tantangan ke depan turut menjadi agenda dalam kegiatan itu.

”Kita berharap kolaborasi antara UNAIR dan Bank Indonesia bakal bisa ditingkatkan dan diperkuat ke depan. Termasuk kita sangat terbuka menerima masukkan. Bisa beupa penyesuaian dari model kurikulum, juga lainnya,” Pungkasnya. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar