Pendidikan & Kesehatan

OJK Ngobrol Mesra Bareng Mahasiswa Unair Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga Banyuwangi bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember menggelar kuliah umum bertema “Pekembangan Financial Technologi dan Instrumen Pasar Modal di Indonesia”. Ada puluhan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Jadi kegiatan ini salah satu sosialisasi untuk menjalankan fungsi OJK dalam rangka edukasi dan perlindungan konsumen. Target kita hari ini adalah mahasiswa sebagai kaum intelektual, untuk meningkatkan literasi keuangan ke masyarakat,” kata Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan Kantor Regional 4 Jawa Timur, Moh. Eka Gonda Sukmana, Kamis (26/9/2019).

Mengenai Fintech, kata Eka Gonda, perkembangannya kini cukup tinggi di tengah masyarakat. Maka dari itu perlu pemahaman, untuk melihat Fintech yang baik.

“Ada dua hal untuk mengenali Fintech yang baik, yaitu dua L. Yakni Legal dan Logis, saya rasa itu yang harus masyarakat kenali,” katanya.

Dalam kegiatan ini, kata Eka, ada beberapa hal yang perlu ditekankan. Yaitu, mahasiswa diharapkan menjadi ujung tombak untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai fintech.

“Yang perlu ditekankan kepada mahasiswa yaitu saat melihat fintech harus kenali itu legal atau tidak dan melihat apakah barang yang tawari itu logis. Bagaimana caranya, untuk lebih jelas bisa dilihat di web BPKM OJK atau call center OJK 157,” terangnya.

Sementara itu, Profesor Suryanto dari Universitas Airlangga mengaku program sosialisasi bersama OJK ini cukup menarik. Selain menambah wawasan bagi mahasiswa, juga diharapkan mampu memberikan pengaruh besar bagi masyarakat.

“Setidaknya program ini bisa menambah wawasan bagi mahasiswa khususnya perkembangan fintech ini begitu besar. Karena saat ini mau tidak mau kita tidak bisa melawan arus digitalisasi tapi mau tidak mau harus bagaimana memanfaatkan dan mengoptimalkan,”

“Saya kira sosialisasi kepada mahasiswa ini sangat tepat, karena mahasiswa saat ini jaman milenial dan mahasiswa tidak gaptek. Sehingga kedepan mahasiswa bisa menjadi agen pembelajaran bagi masyarakat dan keluarganya pada khususnya,” pungkasnya. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar