Pendidikan & Kesehatan

Nama Anak Hilang, Puluhan Calon Orang Tua Siswa Datangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan calon orang tua siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kamis (27/6/2019). Mereka menanyakan terkait aturan baru yang tiba-tiba muncul pada Rabu (26/6/2019) malam.

Pasalnya, aturan tersebut tidak sama dengan sosialisasi yang diberikan sebelum masa Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Pasca munculnya aturan baru secara tiba-tiba tersebut, menyebabkan nama sejumlah calon siswa hilang.

Salah satu calon siswa, Joko Kristianto (39) membenarkan jika kedatangan sejumlah calon orang tua siswa ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeki, Kecamatan Sooko tersebut untuk menanyakan aturan yang muncul tiba-tiba.

“Tadi malam tiba-tiba muncul aturan baru, beda dengan yang disosialisasikan sebelumnya. Karena awal sosialisasi, jika tidak diterima di pilihan pertama langsung geser ke pilihan kedua. Jika tidak diterima maka ke pilihan ketiga,” ungkapnya.

Masih kata buruh pabrik tersebut, namun adanya aturan yang tiba-tiba muncul pada Rabu malam membuat posisi anak tidak tahu diterima di sekolah pilihan ke berapa. Menurutnya, aturan sesuai sosialisasi bisa diterima calon orang tua wali murid.

“Sistem zonasi kita terima cuma kuota untuk jarak harus diperhatikan. Posisi sekarang tidak tahu dimana karena tiba-tiba hilang, di hari pertama masuk dengan posisi di 97 di SMPN 1 Mojosari jalur KIP (kuota siswa miskin, red). Pagunya 107 tapi tadi malam lagu berubah jadi 94, otomatis tidak masuk,” katanya.

Sementara di pilihan kedua yakni SMPN 1 Ngoro juga tidak masuk karena pagu sudah penuh. Rata-rata keberadaan anak tidak tahu, tidak bisa dicek. Nilai dan zonasi masih bisa di pilihan kedua tapi jika penuh kuota maka tidak bisa diterima disitu.

“Akhirnya kemana? Hari ini terakhir, jam 12 malam nanti ditutup. Orang tua khawatir, anaknya sekolah dimana tapi jika dari awal ada aturan itu paham. Jelas kecewa,” tegas warga Dusun Wonogiri, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Mujiati tidak ada di tempat. “Kita tidak berani memberikan keterangan karena kita tidak terlibat di dalam panitia. Kemarin memang ada rapat tapi tidak tahu apa soal itu,” tegas salah satu pegawai.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar