Pendidikan & Kesehatan

Multi Bintang Bersama 2.500 Relawan Bersih-bersih Sungai Cumpleng Mojokerto

Aksi relawan Bersih-bersih Sungai Cumpleng. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang) bersama 2.500 relawan menggelar aksi bersih sungai dan program edukasi tata kelola sampah. Kegiatan yang digelar di Sungai Cumpleng, anak sungai dari Sungai Brantas ini sebagai langkah awal dari gerakan tiga tahun dalam memulihkan kebersihan Sungai Cumpleng.

Gerakan yang didukung oleh Aliansi Air Mojokerto, Bank Sampah Mojokerto, dan sukarelawan dari berbagai komunitas ini berlangsung selama tiga hari. Yakni tanggal 5-7 November 2019. Sebanyak 12 karyawan Multi Bintang juga melakukan lari estafet River2River sepanjang 88 km dari Sungai Cumpleng dan dua sungai lainnya di Mojokerto dalam tiga hari.

Di waktu yang bersamaan, ribuan relawan Aliansi Air Mojokerto dan Bank Sampah Mojokerto membersihkan sampah di sungai dan edukasi tata kelola sampah di sepanjang rute. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan sungai.

Corporate Affairs Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk, di Mojokerto, Ika Noviera mengatakan, sungai adalah sumber kehidupan yang penting tetapi belum sepenuhnya terlindungi dengan baik. “Multi Bintang selalu berkomitmen untuk melindungi sumber daya air di mana pun kami beroperasi. Kami percaya gerakan ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat di Mojokerto tetapi juga bagi jutaan orang di Jawa Timur,” ungkapnya, Kamis (7/11/2019).

Masih kata Ika, untuk mendorong gerakan tiga tahun tersebut, Multi Bintang dan Aliansi Air Mojokerto menggelar aksi penggalangan dana lewat platform KitaBisa.com untuk mengundang partisipasi masyarakat Indonesia guna mendukung perjalanan Sungai Cumpleng menjadi bersih kembali.

“Donasi ini akan berkontribusi untuk instalasi jebakan sampah bambu di sungai, kegiatan bersih-bersih sungai bank sampah dan program pendidikan pengelolaan sampah di Sungai Cumpleng selama tiga tahun yang dilakukan oleh Aliansi Air Mojokerto dan Bank Sampah Mojokerto. Target pendanaan yang ingin dicapai adalah sebesar 1 miliar rupiah,” katanya.

Untuk setiap 250 juta rupiah, yang terkumpul, Yayasan Sahabat Multi Bintang akan menambah 100 juta rupiah lagi untuk inisiatif ini. Indonesia tercatat di urutan ke-dua dunia sebagai negara penyumbang sampah laut, sementara lebih dari 14 juta orang di Jawa Timur menggantungkan mata pencahariannya pada Sungai Brantas.

Di mana tiga juta popok dan ton sampah rumah tangga dibuang setiap hari. Tercatat, 70 persen sampah yang mencemari sungai, berasal dari limbah rumah tangga. Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi secara langsung hadir dalam kampanye bersih-bersih sungai bertajuk ‘River to River Journey 88 Km Tahun 2019’ yang dikukuhkan dengan deklarasi bersama.

Deklarasi bersama tersebut digelar di halaman Pabrik PT MBI, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Orang nomor dua di Kabupaten Mojokerto ini mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang telah melaksanakan bersih-bersih sungai.

“Saya apresiasi kegiatan River to River Journey 88 Km yang dilaksanakan Aliansi Air bersama PT MBI. Saya terima kasih atas tanggung jawab atau CSR PT MBI yang konsisten memelihara kelangsungan alam. Sebelumnya juga sudah ada program Nabung Banyu. Sungai bukan tempat sampah, sungai adalah sumber kehidupan. Harus bersama-sama kita jaga,” tegasnya.

River to River Journey 88 Km, dimanivestasikan dengan aksi lari estafet sejauh 88 km, untuk membersihkan sampah sepanjang bantaran Sungai Cumpleng. Para peserta melewati Kecamatan Pacet, Kutorejo, Mojosari, Prambon, Pungging, Ngoro, Trawas dan Gondang. Peserta estafet terdiri dari 10 orang pelari MBI, pelari umum, Indo Relawan, 12 bank sampah desa, sekolah, pemdes serta dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.

Spot-spot bersih sungai antara lain Jembatan Sumbergayam, Jembatan Jiyu, Jembatan Jambu, Sungai Mojosari, Sungai Maron, Jembatan Brugkan, Jembatan Gedengan, Jembatan Asri, Jembatan Pahlawan , Jembatan Made, Jembatan Kali Papat, dan Sungai Centong.

Selain lari estafet dan bersih-bersih sungai, ada beberapa kegiatan menarik yang dilaksanakan. Antara lain pemasangan bambu trap, edukasi dan seminar konservasi sungai, pameran produk pertanian kawasaan sungai, kesenian, dan kebudayaan Daerah Aliran Sungai (DAS). [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar