Pendidikan & Kesehatan

Menristekdikti Heran dengan Kabar Mahasiswa Eksodus di Papua

Jember (beritajatim.com) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir tidak menemui adanya aksi eksodus mahasiswa Papua, menyusul adanya pergolakan di sana. Pemerintah memberikan perhatian kepada para mahasiswa dan perguruan tinggi di Papua.

Nasir mengaku heran dengan berita adanya eksodus tersebut. “Beritanya ada tiga ribu-empat ribu (mahasiswa eksodus). Saya datang ke sana, tidak ada itu. Lah ini yang memberitakan, dari mana beritanya. Saya belum punya data. Sangat-sangat kondusif di sana,” kata Nasir kepada wartawan, usai acara seremonial soft launching gedung integrated laboratory di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (10/10/2019).

Nasir memperhatikan perguruan tinggi di Papua. “Ini harus kita lakukan sosialisasi semua, dalam hal ini untuk menjaga NKRI,” katanya.

Sebelumnya, sepanjang September 2019, sejumlah media massa memberitakan adanya aksi eksodus mahasiswa Papua. Sebagaimana dikutip dari situs berita Kumparan, 9 September 2019, Menkopolhukam Wiranto menyebut ada hasutan kepada mahasiswa Papua di berbagai daerah agar mereka kembali ke Papua dan Papua Barat. Ia mengatakan, setidaknya ada 835 mahasiswa Papua yang mendapatkan informasi bahwa keselamatannya terancam dan harus kembali ke Papua.

Namun belakangan, menurut Kumparan, setelah Panglima TNI bertemu dengan mahasiswa yang telah terlanjur pulang ke Papua dan Papua Barat, para mahasiswa mengaku ingin kembali ke tempat mereka belajar. Sebab informasi yang mereka dapatkan sama sekali tidak benar. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar