Pendidikan & Kesehatan

Menristek: Mahasiswa Jangan Hanya Gunakan Ijazah untuk Kerja

Malang(beritajatim.com) – Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir berpesan kepada 4000 mahasiswa bidik misi Universitas Brawijaya (UB) agar tidak hanya menggunakan ijazah untuk mencari sebuah pekerjaan tapi juga keahlian dalam Kuliah Umum bertema “Kebijakan Kementerian Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Samantha Krida UB, Rabu (27/3/2019).

“Menjadi lulusan perguruan tinggi harus mempunyai kemampuan. Karena saat ini adalah era revolusi industri 4.0. yang dibutuhkan bukan hanya ijazah tapi keahlian,” katanya.

Nasir mengatakan di jaman revolusi industri tenaga manusia secara perlahan namun pasti akan tergerus dan tergantikan oleh mesin atau Cyber Physical System. Hal ini bisa dilihat pada jalan tol yang sudah menggunakan e-money untuk transaksi pembayarannya.

Tidak hanya itu, dalam era revolusi industri 4.0 dibutuhkan kreatifitas yang akan menghasilkan inovasi-inovasi. Menurutnya, dari inovasi-inovasi tersebut akan memunculkan wirausaha muda yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Munculnya start up unicorn yang saat ini menjamur di Indonesia merupakan salah satu contoh hasil kreatifitas anak muda di era revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, menurutnya ketika seorang mahasiswa menempuh pendidikan di perguruan tinggi 30 sampai 40 persen kuliah sedangkan sisanya adalah kemampuan yang ada dalam diri sendiri.

“Jika ada kemauan pasti ada jalan. Kami di Ristekdikti mempunyai program untuk memacu jiwa entrepreneurship adek-adek melalui program mahasiswa wirausaha,” paparnya.

Selain itu, untuk lebih meningkatkan mutu atau kualitas lulusan, Ristekdikti akan memberlakukan program distance learning yang nanti bisa diakses lewat mobile phone. Dalam distance learning ini mahasiswa bisa kuliah dimana saja dan kapan saja. Satu dosen bisa mengajar hingga 1000 mahasiswa. Permennya masih dikerjakan oleh kementerian.

Sementara itu, sejalan dengan program Ristekdikti tersebut, saat ini UB telah menjalankan program perkuliahan 3in1 yaitu satu mata kuliah diajar oleh tiga dosen berbeda yang berasal dari praktisi, dosen UB, dan dosen asing. Program tersebut saat ini sudah mulai dijalankan di beberapa fakultas di UB, seperti FP, Fapet, FIB,dan Filkom. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar